Forum Cakar Sriwijaya MUBA Angkat Bicara, Siap Turun ke Jalan Bersama Masyarakat

 

Seruan Moral untuk Pemerintah Demi Keselamatan Sopir dan Umat Sumsel

PALEMBANG, infodesanasional.id – Kondisi Jalan Nasional/Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) yang menghubungkan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Musi Rawas kini dinilai telah memasuki status darurat nasional. Ruas jalan mulai dari Desa Beruge – Sugihwaras – Sanga Desa – Muara Beliti hingga perbatasan Kota Lubuklinggau dilaporkan rusak parah, berlumpur, dan dipenuhi lubang-lubang berbahaya yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian masyarakat justru berubah menjadi jalur penderitaan rakyat. Ribuan kendaraan, khususnya truk angkutan dan kendaraan logistik, mengalami mogok, kerusakan berat, hingga kecelakaan fatal. Tidak sedikit peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban luka bahkan korban jiwa.

Masyarakat yang setiap hari melintas dari Musi Banyuasin menuju Musi Rawas terpaksa menghadapi risiko keselamatan yang sangat tinggi. Kondisi ini tidak hanya menghambat mobilitas dan distribusi barang, tetapi juga secara nyata mengancam nyawa rakyat.

Forum Cakar Sriwijaya MUBA Angkat Bicara

Melihat kondisi tersebut, Forum Cakar Sriwijaya MUBA angkat bicara dan menyampaikan seruan moral keras kepada pemerintah pusat maupun daerah. Mahasiswa, buruh, dan elemen masyarakat yang tergabung dalam forum ini menegaskan bahwa kerusakan jalan tidak lagi bisa dilihat sebagai persoalan teknis semata, melainkan telah menjadi persoalan kemanusiaan.

Setiap lubang yang dibiarkan tanpa perbaikan adalah ancaman keselamatan, dan setiap pembiaran merupakan bentuk kejahatan struktural terhadap rakyat.

“Negara tidak boleh kalah oleh lumpur dan lubang. Jalan nasional yang dibiarkan rusak sama saja dengan membiarkan rakyat celaka,” tegas perwakilan Forum Cakar Sriwijaya MUBA.

Siap Turun ke Jalan Bersama Masyarakat

Ketua Forum Cakar Sriwijaya MUBA menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak lagi membutuhkan janji, melainkan aksi nyata dan terukur dari pemerintah. Ia memastikan, apabila tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, Forum Cakar Sriwijaya MUBA akan turun ke jalan bersama masyarakat sebagai bentuk perlawanan atas pembiaran yang terus terjadi.

“Kami tidak butuh janji. Kami butuh tindakan nyata. Jalan lintas ini harus segera dibangun secara menyeluruh, bukan sekadar ditambal sulam. Jika pemerintah terus diam, kami akan turun ke jalan bersama rakyat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Mauzan selaku perwakilan aktivis Muba menyuarakan keluhan para sopir dan warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

“Jalan Lintas Sekayu–Lubuklinggau adalah jalur vital bagi masyarakat dan perekonomian Sumatera Selatan. Kami menuntut jalan yang mulus, aman, dan layak digunakan. Jangan tunggu korban berikutnya,” ujarnya.

Penutup

Pernyataan Forum Cakar Sriwijaya MUBA ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah pusat maupun daerah. Apabila jalan nasional terus dibiarkan rusak, berlubang, dan berlumpur, maka pemerintah wajib bertanggung jawab atas setiap kecelakaan dan korban jiwa yang terjadi.

Rakyat Sumatera Selatan—para sopir, mahasiswa, buruh, dan masyarakat umum—menegaskan tidak akan tinggal diam.

Keselamatan adalah hak rakyat, bukan permintaan.

(Tim)

Post a Comment for "Forum Cakar Sriwijaya MUBA Angkat Bicara, Siap Turun ke Jalan Bersama Masyarakat"