Lingga, infodesanasional.id,- Setelah pemberitaan Media Faktalapangan.com menjadi viral terkait sikap bungkam Pemerintah Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Kepala Desa Tanjung Kelit, Surya, akhirnya menghubungi langsung pihak redaksi pada Sabtu (14/02/2026).
Dalam komunikasi tersebut, Surya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada redaksi Media Faktalapangan.com. Ia juga meminta maaf kepada Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau, Fauzan C.ILJ.
Surya mengaku dirinya masih baru menjabat sebagai kepala desa sehingga merasa takut dan belum memahami sepenuhnya mekanisme komunikasi terkait konfirmasi penggunaan Dana Desa.
“Saya ini orang baru pak, jadi kurang paham dan saya takut,” ujar Surya saat menjelaskan alasan tidak memberikan tanggapan atas konfirmasi awal yang dilayangkan media pada 6 Januari 2026.
Terkait konfirmasi kedua mengenai anggaran Dana Desa Tanjung Kelit Tahun Anggaran 2025, Surya juga menyebut kendala jaringan komunikasi di wilayahnya yang tidak stabil sebagai salah satu alasan belum memberikan jawaban.
Dengan nada pelan, ia mengaku khawatir salah dalam memberikan pernyataan.
“Saya akan jawab apa yang ditanyakan, tapi detik ini belum bisa karena takut salah bicara. Seusai ini saya akan memanggil sekretaris, bendahara, dan perangkat lainnya untuk melihat data tersebut. Setelah itu baru kami memberikan jawaban,” jelasnya.
Dalam percakapan tersebut, Surya berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada redaksi serta kepada Fauzan C.ILJ. Ia bahkan menyatakan kesiapannya untuk membuat video permintaan maaf.
“Saya minta arah dan petunjuk juga sama bapak, dan saya siap bikin video permintaan maaf,” tutupnya.
Sementara itu, Media Faktalapangan.com menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan hal penting, terlebih dalam pengelolaan anggaran desa yang bersumber dari uang negara dan uang rakyat.
Transparansi dinilai sebagai langkah awal membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Sikap tertutup pejabat publik dapat memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Sebaliknya, keterbukaan informasi diyakini dapat mencegah prasangka dan memperjelas penggunaan anggaran.
Hingga saat ini, pihak media menyatakan masih menunggu jawaban resmi atas konfirmasi yang telah dilayangkan terkait Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Namun, komunikasi dengan Kepala Desa Tanjung Kelit disebut telah kembali terbuka dan diawali dengan permintaan maaf langsung dari yang bersangkutan.
(Red)

Post a Comment for "Kades Tanjung Kelit Mengaku Takut, Sampaikan Permintaan Maaf kepada Ketua DPD AKPERSI Kepri Terkait Dana Desa 2025"