MUBA, infodesanasional.id, – Kebijakan pemangkasan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di sektor pertambangan dinilai berpotensi memicu gelombang pengangguran baru. Ribuan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada aktivitas tambang terancam kehilangan mata pencaharian.
Ketua Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA), Mauzan, mengatakan pemangkasan RKAB yang berdampak pada penurunan kuota produksi membuat sejumlah perusahaan tambang, khususnya tambang batubara, harus mengurangi aktivitas operasional secara signifikan.
“Efek domino pun tak terhindarkan. Mulai dari sopir angkutan batubara, buruh bongkar muat, pekerja harian, hingga pelaku UMKM di sekitar wilayah tambang ikut terdampak,” ujar Mauzan, Kamis (12/02/26).
Mauzan yang akrab disapa Bonang menjelaskan, ketika produksi dipangkas, otomatis jumlah armada angkutan ikut berkurang. Dampaknya, banyak sopir terancam menganggur. Selain itu, warung dan usaha kecil di sekitar tambang juga mengalami penurunan pendapatan.
“Jika produksi dipangkas, otomatis armada berkurang. Sopir banyak yang menganggur. Belum lagi warung-warung di sekitar tambang ikut sepi,” jelasnya.
Ia menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang secara komprehensif. Pihaknya meminta pemerintah pusat dan daerah duduk bersama mencari solusi agar penataan sektor tambang tidak justru mematikan ekonomi masyarakat kecil.
“Kami dari lembaga dan penggiat sosial tentunya prihatin dengan nasib para buruh tambang yang terancam gelombang PHK besar-besaran. Penataan silakan, tapi jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban. Harus ada skema perlindungan atau solusi alternatif bagi masyarakat terdampak,” tegas Mauzan.
Di sisi lain, pemerintah disebut memiliki alasan dalam melakukan pemangkasan RKAB, seperti menjaga stabilitas harga komoditas dan menyesuaikan kebutuhan pasar. Namun, dampak sosial dan ekonomi di daerah penghasil tambang menjadi catatan serius yang tidak boleh diabaikan.
“Jika tidak ada langkah mitigasi yang jelas, bukan tidak mungkin angka pengangguran meningkat dan potensi gejolak sosial terjadi. Kami berharap ada kebijakan transisi yang berpihak pada pekerja dan pelaku usaha kecil agar roda ekonomi tetap berputar di tengah kebijakan pengetatan sektor tambang,” pungkasnya.
(Red)

Post a Comment for "Pemangkasan RKAB Berpotensi Picu Gelombang Pengangguran di Muba"