MUBA – Kerusakan Jembatan Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, yang tak kunjung diperbaiki selama tujuh bulan terakhir memicu kekecewaan masyarakat. Warga bersama sejumlah lembaga dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menyatakan siap menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah.
Jembatan yang mengalami kerusakan sejak pertengahan tahun lalu itu merupakan akses vital penghubung antar desa di Kecamatan Lalan. Selain menjadi jalur utama mobilitas warga, jembatan tersebut juga berperan penting dalam distribusi hasil perkebunan dan kebutuhan pokok masyarakat.
“Sudah tujuh bulan kami menunggu kepastian. Janji demi janji disampaikan, tapi realisasi belum terlihat,” ujar salah seorang warga, Selasa (17/02/2026).
Warga menilai lambannya penanganan infrastruktur tersebut mencerminkan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi dan kelancaran roda perekonomian.
Sejumlah elemen masyarakat mulai angkat bicara. Ketua GEMPITA Muba, Mauzan, menegaskan bahwa rencana aksi bukan untuk mencari sensasi, melainkan sebagai bentuk kekecewaan atas belum adanya kejelasan perbaikan.
“Aksi ini bukan untuk mencari sensasi, tapi bentuk kekecewaan masyarakat. Jembatan Lalan adalah urat nadi ekonomi warga. Kalau ini dibiarkan, dampaknya luas,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPD LAN Sumsel, Fitriandi. Ia menyebut aksi akan melibatkan masyarakat lintas desa di Kecamatan Lalan dan digelar dalam waktu dekat.
“Massa berencana menyampaikan tuntutan secara terbuka agar pemerintah segera mengambil langkah tegas dan transparan terkait proses perbaikan,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Ketua Forum Cakar Sriwijaya Muba, Rizki Singgih, menilai lambannya progres perbaikan menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat dan kalangan aktivis.
“Lambatnya progres perbaikan jembatan tersebut tentunya menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat dan juga kalangan aktivis,” ungkap Rizki.
Dukungan juga datang dari sejumlah organisasi lainnya, seperti LEGMAS PELHUT Muba dan AKPERSI Musi Banyuasin. Ketua AKPERSI Musi Banyuasin, Warto, menyatakan pihaknya siap turun bersama masyarakat untuk menyuarakan percepatan perbaikan.
“Kita pastikan siap turun bersama masyarakat, Lembaga GEMPITA, LAN, AWDI, Cakar Sriwijaya dan rekan-rekan pers. Aksi tersebut akan langsung digelar di titik lokasi,” ujar Suharto menambahkan.
Masyarakat berharap sebelum aksi benar-benar digelar, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan dinas terkait segera menunjukkan itikad baik dengan menurunkan tim teknis serta menetapkan jadwal pasti perbaikan Jembatan Lalan tanpa penundaan lebih lanjut.
(Tim)

Post a Comment for "PERBAIKAN TAK KUNJUNG SELESAI, WARGA LALAN SIAP GELAR AKSI"