Dialog Demo Damai Mahasiswa GMNI Terkait Program MBG,, Ini Kata Bupati Ogan Ilir


OGANILIR.infodesanasional.id - Terkait dapur MBG, Pemerintah Daerah adalah Satgas MBG. Satgas itu merekomendasikan apabila ada hal-hal yang tadi disampaikan, apa bila ada kendalanya, ada pelanggaran dan laporan. Tapi yang menentukan tutup atau tidaknya itu adalah BGN (Badan Gizi Nasional)..Demikian dikatakan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar SH saat bertemu para Mahasiswa GMNI dihalaman Kantor Bupati OI KPT Pemda OI Tanjung Senai, Indralaya .Selasa (3/3/2026).

Dikatakan Bupati, bahkan sebagai kepala daerah kadang-kadang tahu data MBG dan BGN itu dari BGN, bukan Pemerintah.

"Yang menentukan titik koordinat, dapur MBG dan siapa yang ditunjuk, siapa yang dipilih itu seluruhnya dari BGN,, Saya sebagai Bupati sebagai perpanjangan tangan Bapak Presiden,"katanya.

 Presiden tidak akan mungkin mau menyengsarakan masyarakat apalagi meracuni masyarakat.

Bahwa cita-citanya baik tapi dibawah banyak dinamika, karena ini program baru pasti banyak permasalahan yang timbul. 

Dan pernah sepanjang perjalanan BGN ada dua dapur yang ditutup dan dievaluasi.karena kendalanya dan kategori-kategori baik higienis, penetapan harga, dan masalah-masalah tadi juga akan disampaikan. 

 Di Kabupaten Ogan Ilir ada 45 Dapur MBG yamg beroperasi dan yang memeriksa hasil lab itu bukan Dinkes. Dinkes mengkoordinasikan mengirim Lab BLKN yang ada di Palembang.

Lab tersebut bukan dikelolah oleh Pemda tapi lab yang tersertifikasi di Palembang. 

Dalam kurun waktu 6 bulan sekali lab, jadi dari dilakukan hasil uji lab itu keluar pertama. 

Test sempel sudah, selama 6 bulan itu kami kesini baru menguji lagi. Jadi bukan tiap hari menguji dapur-dapur yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.

Bupati Panca berharap apabila ada yang disampaikan tadi seperti adanya mark up tolong dilaporkan beserta bukti-bukti, lokasi baik secara tertulis disampaikan.

Bupati juga mengatakan, setiap desa semua sumber daya diserap terlebih dahulu. Yang menjadi masalah masyarakat belum bisa menyuplai full bahan MBG, dan masih banyak mengambil dari pasar Induk Palembang.

Salah satu contoh di Kecamatan.Payaraman ada 7 Desa penghasil telor namun belum bisa mengcover satu Dapur MBG, karena satu MBG itu butuh 4000 butir telur masak, dalam seminggu butuh 8000 butir telor.

Sedangkan BUMDes- BUMDes tadi masih skala kecil.

Bupati menegaskan, percayalah selagi ada sumberdaya lokal mereka akan terangkul.Jadi jika merasa masih ada kafitalis jual sayur, beras, dan ikan itu karena kesiapan didesa-desa belum terpenuhi draf Gizi dapur MBG.

Kalaupun ada dadi desa itu tidak tiap hari, mungkin seminggu sekali, sebulan sekali.taoi jika masyarakat kita sudah rutin karena ini program yang baru, MBG berkomitmen menyerap seluruh sumber daya yang ada di desa.

"Itulah knapa ada koperasi desa itu dikawinkan hasil dari desa itu dapat diserap melalui koperasi desa, tapi knapa sulit karena program yang masih baru, disana-sini masih banyak kekurangan,"katanya.

Terkait ada kejadian keracunan, Bupati Panca mengatakan, pemilik dapur tidak ada yang mau, karena jyang rugi dapur itu jika ada keracunan. 

 Dapur tersebut bisa ditutup dan investasi hampir milyaran rupiah itu tidak ada yang ganti rugi.

Bupati Panca mengajak agar bersama-sama merealisasikan program tersebut dapat berjalan tepat sasaran. 

Masih ada 30.000 penerima manfaat belum tersentuh. Sepertie di desa-desa pelosok masih ada belum tercover. 

Dan itu percepatan Pemda OI untuk.melengkapi sekolah-sekolah yang belum mendapat pelayanan MBG.

Mungkin 200-300 porsi menjadi perhatian Bupati untuk secepatnya dapat dilengkapi MBG.

 Terhadap dapur-dapur secara kasat mata ada yang tidak layak itu sudah ada komitmen untuk memperbaiki dan jika dalam rentang waktu diberikan masih tidak diperbaiki, pemerintah Daerah hanya dalam bentuk rekomendasi, kewenangan ada di BGN regional Kabupaten Ogan Ilir dan BGN regional Sumsel. 

Bupati mengatakan tidak bisa intervensi seperti pada titik-titik yang seharusnya bisa tapi terkadang berbenturan dengan MBG.

Contoh terkadang dalam koordinat terlihat dekat, padahal harus memutar karena ada sungai, tapi MBG melihat dari sisi koordinat.

Seperti dilihat dilapangan, contoh ada sekolah didepan dan disini ada dapur baru dibangun, tapi dapur tsb bukan untuk sekolah yang ada didepannya tapi malah untuk sekolah yang jauh.

Dalam hal skala kecil seperti itu saja Bupati merekomendasikan tapi belum tentdieksekusi okeh BGN.

Bupati berharap kehadiran adik-adik mahasiswa yang menyampaikan aspirasi, dan juga apa yang menjadi keluhannya dan Pemerintah Daerah dapat didengar oleh BGN. Kadang-kadang missed komunikasi dengan MBG dapat secepatnya terselesaikan.

"Karena sudah berkali-kali berkoordinasi tapi mereka menyebutnya dari pusat dan lain-lain. Kami pemerintah Daerah disini lebih tahu kondisi masyarakat, kondusif geografis yang ada di wilayah Kabupaten Ogan Ilir,"katanya. 

Pada Demo Damai mahasiswa GMNI tersebut Bupati juga didampingi Sekda dan Asisten Sekda, Kepala.Dinas Kesehatan Ogan Ilir juga mendapat pengawalan dari Polres.Ogan Ilir dan Sat Pol.PP, (Gheka)

Post a Comment for "Dialog Demo Damai Mahasiswa GMNI Terkait Program MBG,, Ini Kata Bupati Ogan Ilir "