MUARA ENIM, infodesanasional.id,- Wajah infrastruktur di jantung Kota Muara Enim kembali memprihatinkan. Jalan Perkebunan di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim—tepatnya di belakang RSUD Rabain—kini menjelma menjadi jalur rawan kecelakaan akibat kerusakan parah yang tak kunjung tertangani.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi badan jalan yang ambles, berkerikil, dan dipenuhi lubang dengan kedalaman bervariasi. Saat hujan turun, lubang-lubang tersebut tertutup genangan air, berubah menjadi “jebakan” yang sulit dikenali pengendara, terutama roda dua.
“Kalau hujan, ini seperti perangkap. Sudah banyak yang hampir jatuh, bahkan ada yang terjatuh karena tidak tahu ada lubang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, rabu (18/3/2026).
Kerusakan ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas galian yang tidak diikuti perbaikan maksimal, diperparah dengan sistem drainase yang buruk. Air yang terus menggenang mempercepat pengelupasan aspal hingga akhirnya membentuk lubang-lubang berbahaya.
Padahal, Jalan Perkebunan merupakan akses vital yang setiap hari dilalui warga untuk berbagai aktivitas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
Terlebih, jalur ini menjadi akses penting bagi pegawai dan pengunjung RSUD Rabain Muara Enim.
Ironisnya, letak jalan yang berada di kawasan strategis belakang rumah sakit justru tidak diimbangi dengan kondisi infrastruktur yang layak.
Warga menilai, pembiaran terhadap kerusakan ini menunjukkan lemahnya respons terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Jalan ini sudah lama rusak, tapi perbaikannya tidak tuntas. Tambal sulam saja tidak cukup,” keluh warga lainnya.
Masyarakat mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk segera mengambil langkah konkret dan menyeluruh. Perbaikan tidak cukup hanya menutup lubang, tetapi harus disertai pembenahan struktur jalan dan sistem drainase agar kerusakan tidak terus berulang.
“Ini bukan sekadar soal jalan rusak, tapi soal keselamatan. Jangan tunggu ada korban baru bergerak,” tegas warga.
Di tengah kabar adanya upaya perbaikan di sejumlah titik, warga berharap penanganan dilakukan secara cepat, terukur, dan berkelanjutan
Infrastruktur jalan yang layak bukan sekadar fasilitas, melainkan hak dasar warga untuk beraktivitas dengan aman dan nyaman.
Pemerintah juga didorong membuka kanal pelaporan yang responsif dan transparan, agar setiap keluhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
Sebab, jalan rusak yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan publik. ( Nasrul)

Post a Comment for "Jalan Berlubang di Jantung Kota Muara Enim, Ancaman Nyata Keselamatan Warga"