Petani kopi khawatir saat puncak panen harga kopi turun drastis


Muara Enim. Infodesanasional. id Di tengah hamparan kebun yang mulai dipenuhi buah kopi merah siap petik, harapan petani akan keuntungan layak justru tergerus oleh turunnya harga jual dan berdampak rugi 

Di Desa Segamit Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten M Enim 

Dalam beberapa bulan terakhir, harga kopi terus mengalami penurunan. Dari sebelumnya sempat berada di kisaran Rp55 ribu per kilogram, kini kopi kualitas terbaik hanya dihargai sekitar Rp47 ribu per kilogram. Sementara untuk kualitas di bawahnya, harga jual lebih rendah lagi.

Petani terancam merugi karena telah mengeluarkan modal besar seorang petani bernama KALAM mengatakan bahwa penurunan harga ini selalu terjadi setiap tahun dan di duga di kendalikan oleh tengkulak luar daerah.

Sementara itu Markun salah satu pengepul kopi daerah membenarkann penurunan harga dan menyebutkan hanya kopi yang berkualitas super yang maseh bisa di hargai hingga47_50perkilogram 

Kondisi ini menjadi pukulan bagi para petani, terutama di saat panen mulai berlangsung. Biaya perawatan kebun yang telah dikeluarkan selama berbulan-bulan dikhawatirkan tidak sebanding dengan hasil yang diterima.

para petani masih menyimpan harapan agar harga kopi segera membaik. Mereka berharap harga setidaknya bisa kembali menembus Rp50 ribu per kilogram dalam waktu dekat.

“Kami berharap harga bisa naik lagi, minimal di atas Rp50 ribu per kilogram,” ungkap KALAM, salah satu petani kopi.

Sebagian petani bahkan mengenang masa ketika harga kopi berada di titik tertinggi. Pada tahun sebelumnya, harga sempat menyentuh angka Rp70 ribu per kilogram.

“Kalau bisa kembali seperti tahun kemarin sampai Rp70 ribu. Walaupun panen tidak terlalu banyak, kalau harga tinggi tetap menguntungkan,” ujar petani lainnya. (Nasrul)

Post a Comment for "Petani kopi khawatir saat puncak panen harga kopi turun drastis"