SUNGAI KERUH, Infodesanasional.id – Masyarakat Desa Kertayu, Kecamatan Sungai Keruh, kembali menggelar tradisi tahunan "Sedekah Rami" atau yang lebih dikenal dengan Sedekah Lemang. Ritual adat turun-temurun ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kolektif atas hasil panen humai (padi) darat yang melimpah.
Kegiatan sakral ini dipusatkan di kediaman Pemangku Adat Desa Kertayu, Tarmizi. Prosesi dimulai dengan ritual adat di tempat keramat Puyang Burung Jauh yang dipimpin langsung oleh pawang atau juru kunci, Rusli. Setelah ziarah dan doa bersama, puncak acara yang paling dinanti adalah tradisi "Berebut Lemang".Kepala Desa Kertayu, Ratna Juwita, menjelaskan bahwa berebut lemang bukan sekadar kemeriahan, melainkan memiliki filosofi mendalam. "Tradisi berebut lemang ini diyakini masyarakat sebagai upaya mengambil berkah. Lemang-lemang ini dimasak di tiga lokasi utama, dengan pusatnya di rumah tokoh adat," ujarnya.
Camat Sungai Keruh, Hendri, dalam wawancaranya bersama awak media infodesanasional.id, menyampaikan bahwa Sedekah Lemang adalah identitas budaya yang harus dijaga. "Ini adalah bentuk syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah masa panen. Warisan ini mempererat tali silaturahmi antarwarga," kata Hendri.Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting.
Mewakili Pj Bupati Musi Banyuasin H. Toha, Staf Ahli Iskandar hadir memberikan sambutan resmi. Turut mendampingi di lokasi, Camat Sungai Keruh Hendri, Kades Kertayu Ratna Juwita, Kapolsek Sungai Keruh IPTU Mustahil, serta perwakilan Koramil Sekayu melalui Babinsa Sungai Keruh, Yuyun Sumarna.
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Muba mengapresiasi kekompakan warga Kertayu dalam menjaga kearifan lokal. Tradisi Sedekah Rami ini diharapkan dapat terus lestari sebagai salah satu aset wisata budaya di Kabupaten Musi Banyuasin. (red)

Post a Comment for "Tradisi Sedekah Rami Desa Kertayu Warga Tumpah Ruah di Depan Rumah Pemangku Adat Tarmizi"