KETUA AKPERSI Muba Angkat Suara, Infrastruktur Rusak Dinilai Abaikan Keselamatan pengguna jalan

 


MUSI BANYUASIN, infodesanasional.id, — Kesabaran masyarakat Musi Banyuasin terhadap kondisi jalan lintas provinsi yang rusak parah dinilai telah mencapai batas. Ketua DPC AKPERSI Musi Banyuasin, Warto, C.BJ, C.EJ, C.Par, secara tegas menyuruh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas Betung–Muara Tara.

Menurutnya, kerusakan jalan yang berlubang dan bergelombang di sejumlah titik tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat. Ruas tersebut merupakan jalur vital distribusi barang dan mobilitas warga antarwilayah.

“Jangan tutup mata terhadap penderitaan masyarakat Musi Banyuasin. Jalan lintas provinsi Betung–Muara Tara itu bukan jalan desa dan bukan jalan kabupaten. Itu kewenangan provinsi. Kalau tidak mampu mengurusnya, lebih baik mundur,” tegas Warto.

Ia menambahkan, apabila dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, maka pihaknya secara terbuka meminta Herman Deru mundur dari jabatannya sebagai gubernur sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi infrastruktur tersebut.

  Apalagi dari Babat Toman–Lubuklinggau  disebut memprihatinkan. Sejumlah masyarakat menilai perbaikan signifikan belum terlihat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga kerusakan terus berulang tanpa solusi menyeluruh.

Warga mengeluhkan meningkatnya risiko kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika lubang-lubang besar tertutup genangan air. Kendaraan roda dua kerap terjatuh, sementara truk angkutan terhambat, berdampak langsung pada kelancaran distribusi dan roda perekonomian daerah.

Sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam terbesar di Sumatera Selatan, Musi Banyuasin dinilai seharusnya mendapat perhatian serius dalam pembangunan infrastruk

“Infrastruktur adalah fondasi pembangunan. Ketika akses utama masyarakat rusak parah tanpa penanganan serius, wajar jika publik mempertanyakan komitmen dan keberpihakan pemimpin daerah,” ujarnya.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan oleh awak media, Warto menyampaikan agar pemberitaan tetap mengedepankan informasi yang konstruktif dan berimbang.

“Tulis yang bagus-bagus saja, yang membangun dan sesuai fakta. Tujuan kami bukan mencari sensasi, tetapi memperjuangkan kepentingan masyarakat,” katanya.

Masyarakat Musi Banyuasin kini menantikan langkah nyata dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Bagi mereka, kerusakan jalan bukan sekadar persoalan aspal, melainkan menyangkut keselamatan, ekonomi, dan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap daerah.

(Yn)

Post a Comment for "KETUA AKPERSI Muba Angkat Suara, Infrastruktur Rusak Dinilai Abaikan Keselamatan pengguna jalan"