Sepasang Lansia Tunawisma Kembali Terlihat Tidur di Pinggir Bundaran Sekayu

 


Sekayu, infodesanasional.id, – Warga yang melintas di kawasan Bundaran Sekayu kembali dibuat prihatin dengan keberadaan sepasang lansia tunawisma yang tidur di pinggir trotoar, tepat di samping bundaran yang menjadi salah satu titik keramaian kota tersebut. 

Pasangan lanjut usia itu terlihat bermalam dengan alas seadanya, beratapkan langit terbuka, dan hanya berbekal beberapa barang pribadi yang ditaruh dalam kantong plastik besar.

Pemandangan tersebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa warga sekitar menyebut pasangan lansia itu sudah beberapa kali terlihat berada di lokasi yang sama, terutama saat malam hari. 

Mereka biasanya datang menjelang sore dan menggelar tikar tipis di sudut trotoar yang agak terlindung dari lalu lalang kendaraan.

“Saya sudah beberapa kali melihat mereka di sini. Kasihan sekali, apalagi kalau malam angin cukup kencang,” ujar Rudi (45), seorang pedagang kaki lima yang biasa berjualan tidak jauh dari bundaran. Ia menuturkan, pasangan lansia tersebut jarang berbicara dan lebih banyak diam. Untuk makan sehari-hari, mereka mengandalkan belas kasih warga.

Kondisi fisik keduanya tampak memprihatinkan. Sang pria yang diperkirakan berusia sekitar 70 tahun terlihat berjalan perlahan dengan tubuh sedikit membungkuk. Sementara sang perempuan, yang usianya tidak jauh berbeda, lebih sering duduk sambil memeluk tas berisi pakaian. Meski demikian, keduanya tetap berusaha menjaga kebersihan di sekitar tempat mereka beristirahat.

Beberapa warga mengaku pernah mencoba berbincang dengan pasangan tersebut. Dari cerita singkat yang diperoleh, mereka sebelumnya tinggal di wilayah pinggiran kota. Namun karena persoalan ekonomi dan tidak memiliki tempat tinggal tetap, keduanya akhirnya memilih bertahan hidup di jalanan.

“Kami pernah tanya apakah punya keluarga. Katanya ada, tapi sudah lama tidak berkomunikasi,” ungkap Siti (38), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi. Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak berwenang agar pasangan lansia tersebut mendapatkan tempat tinggal yang layak.

Keberadaan lansia tunawisma di ruang publik seperti Bundaran Sekayu memunculkan keprihatinan sekaligus pertanyaan mengenai penanganan masalah sosial di daerah tersebut. Sejumlah warga menilai perlu adanya langkah cepat dari dinas terkait, seperti Dinas Sosial, untuk melakukan pendataan dan memberikan solusi, baik berupa penampungan sementara maupun bantuan sosial yang berkelanjutan.

Sementara itu, beberapa relawan komunitas sosial di Sekayu mengaku siap membantu jika ada koordinasi dari pihak pemerintah. Mereka berharap kasus ini tidak hanya ditangani secara sementara, tetapi juga dicarikan solusi jangka panjang agar pasangan lansia tersebut tidak kembali ke jalan.

Bundaran Sekayu yang biasanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, kini kembali menjadi saksi kehidupan keras yang dijalani sepasang lansia tersebut. Di tengah gemerlap lampu kendaraan dan hiruk pikuk kota, keduanya bertahan dengan segala keterbatasan, menunggu uluran tangan dan perhatian dari sesama.

Warga pun berharap, kisah ini dapat menggugah kepedulian banyak pihak agar tidak ada lagi lansia yang harus menghabiskan masa tuanya di pinggir jalan tanpa tempat tinggal yang layak.

(Yayan Haryono, S.E)

Post a Comment for "Sepasang Lansia Tunawisma Kembali Terlihat Tidur di Pinggir Bundaran Sekayu"