BAPPERIDA Flores Timur Perkuat Strategi EBT Inklusif, Targetkan 50 Persen Rumah Tangga Gunakan Briket ‎


Nusa Tenggara Timur, Infodesanasional.id  – Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) memperkuat komitmen dalam mendorong transisi energi yang inklusif dan berkeadilan.

Strategi penguatan ekonomi dan ketahanan energi melalui Energi Baru Terbarukan (EBT) berbasis potensi lokal tersebut dibahas mendalam dalam agenda bertajuk "penguatan vocal point GEDSI untuk mendorong energi terbarukan yang inklusif dan berkeadilan di tingkat kabupaten". Rangkaian kegiatan yang berlangsung di Hotel Asa Larantuka pada Kamis, 30 April 2026 pukul 10.30 Wita dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan tingkat kabupaten.

Kepala BAPPERIDA Flores Timur, Apolonia Corebima, menegaskan bahwa pengembangan EBT kini menjadi urgensi nasional yang wajib diakomodasi di daerah. Program ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dengan Yayasan Penabulu dan YAYASAN PENGKAJIAN DAN PENGEMBANGAN SOSIAL (YPPS).

“Kami sangat mendukung program yang diinisiasi mitra LSM ini. Fokus utama kami adalah memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjamin ketahanan energi di Flores Timur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan briket tempurung kelapa menjadi instrumen penting dalam menciptakan rantai pasok yang produktif. Melalui inovasi ini, pelaku UMKM mendapatkan alternatif energi dan tambahan penghasilan, sementara petani kelapa mendapat kepastian pasar untuk limbah tempurung mereka.

“Dampak positifnya sangat nyata, mulai dari akses pemasaran bagi petani hingga kelestarian alam yang lebih terjaga karena penggunaan briket jauh lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Terkait efektivitas program, dirinya memastikan akan terus melakukan evaluasi berkala di enam desa dampingan, yakni Desa Homa, Hurung, Adobala, Lembunga, Bantalan, dan Serinuho. Pemerintah berharap keberhasilan model di wilayah tersebut dapat segera direplikasi oleh desa-desa lain di Flores Timur.

‎_Komitmen Inklusivitas dan Pemberdayaan_

Salah satu poin krusial dalam program ini adalah aspek inklusivitas. ApoloniA menyatakan bahwa sektor UMKM briket memiliki potensi besar untuk melibatkan kelompok penyandang disabilitas karena proses produksinya menggunakan teknologi yang sederhana.

“Program ini ramah disabilitas. Dengan dukungan teknologi mesin yang tepat, kami optimis kelompok disabilitas dapat berkarya dan berdaya di sektor energi bersih ini,” ucapnya.

Menutup keterangannya, ia mematok target ambisius namun realistis agar Flores Timur mampu menghasilkan energi bersih secara mandiri.

“Target kami, setidaknya 50 persen rumah tangga di pedesaan sudah mulai beralih menggunakan briket sebagai energi memasak di masa depan,” tutupnya.

‎Acara ini dihadiri 53 peserta dari berbagai sektor, mulai dari dinas teknis (Dinkes, PUPR, DLH, PMD, BPBD, DP2KBP3A, Diskop UKM, ), organisasi perempuan (TP-PKK, Bhayangkari, Persit), hingga kepala desa. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu mengawal isu GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) secara berkelanjutan di sektor energi terbarukan.

Post a Comment for "BAPPERIDA Flores Timur Perkuat Strategi EBT Inklusif, Targetkan 50 Persen Rumah Tangga Gunakan Briket ‎"