Keterbukaan Pers dalam Perspektif Keamanan dan Kesejahteraan “Buruh Tinta” Jadi Sorotan


JAKARTA, infodesanasional.id, – Isu keterbukaan pers dalam kaitannya dengan keamanan dan kesejahteraan pekerja jurnalistik kembali menjadi perhatian. Sejumlah insiden kekerasan terhadap jurnalis dinilai sebagai bentuk intimidasi sistematis yang tidak hanya berdampak pada individu korban, tetapi juga mengancam ekosistem kerja jurnalistik di Indonesia.

Dalam era keterbukaan informasi saat ini, peran pers semakin vital dalam mengungkap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Namun di sisi lain, tidak sedikit pihak yang merasa terganggu dengan aktivitas jurnalistik tersebut.

Pimpinan KontraNarasi, Sandri Rumanama, menyampaikan bahwa tekanan terhadap jurnalis seringkali muncul ketika pemberitaan menyentuh kepentingan tertentu.

“Di era keterbukaan ini, pers memiliki kekuatan besar untuk mengungkap fakta. Namun bagi pihak yang merasa dirugikan, hal tersebut kerap dianggap sebagai ancaman,” ujarnya saat ditemui di kantornya.

Ia menambahkan bahwa mekanisme hak jawab sebenarnya telah tersedia sebagai solusi yang adil dan sesuai dengan prinsip jurnalistik. Namun, jalur tersebut masih jarang dimanfaatkan.

“Hak jawab itu terbuka, tetapi sering tidak digunakan. Bisa jadi karena dianggap kontra-produktif atau justru membuka lebih jauh persoalan yang ada. Akibatnya, muncul tindakan-tindakan intimidasi hingga kekerasan terhadap jurnalis,” jelasnya.

Sandri juga berharap keberadaan desk ketenagakerjaan di Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat memberikan perhatian lebih terhadap profesi jurnalis sebagai bagian dari pekerja yang rentan terhadap risiko di lapangan.

Sebagai upaya mendorong kesadaran dan perlindungan terhadap insan pers, KontraNarasi berencana menggelar seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang diskusi bagi berbagai pihak untuk memperkuat komitmen terhadap kebebasan pers sekaligus meningkatkan perlindungan bagi para “buruh tinta” di Indonesia.

(Redaksi/Toby)


Post a Comment for "Keterbukaan Pers dalam Perspektif Keamanan dan Kesejahteraan “Buruh Tinta” Jadi Sorotan"