KRISIS AIR MELANDA SUNGAI KERUH DAN JIRAK JAYA, WARGA TAGIH AKSI NYATA PEMERINTAH


MUSI BANYUASIN, Infodesanasional.id – Krisis air bersih yang melanda Kecamatan Sungai Keruh, Kecamatan Jirak Jaya dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Musi Banyuasin kini berubah menjadi jeritan terbuka kepada pemerintah. Warga meminta persoalan ini tidak lagi dianggap keluhan biasa, melainkan situasi darurat kebutuhan dasar yang harus segera ditangani.

Desakan itu disampaikan Yamin, warga Desa Sindang Marga, kepada awak media, Kamis (3/9/2026). Ia meminta seluruh jajaran pemerintah mulai dari desa, kecamatan, Kabupaten Muba hingga Gubernur Sumatera Selatan turun langsung melihat kondisi di lapangan.

“Seluruh jajaran pemerintah desa, kecamatan, Bupati sampai Gubernur harus turun tangan dan kerja nyata, bukan hanya duduk manis melihat warga lagi kesulitan mendapatkan air bersih,”_ tegas Yamin.

Menurutnya, masyarakat saat ini tidak butuh wacana atau janji. Yang dibutuhkan adalah air bersih yang benar-benar sampai ke rumah-rumah warga.

Yamin menilai persoalan yang dihadapi saat ini jauh lebih mendasar dibanding sebelumnya. 

“Di saat masyarakat tidak menjerit karena jalan rusak, sekarang kami menjerit karena sumber air bersih,”_ katanya.

Kalimat itu menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Sebab, warga yang kesulitan air bersih tidak seharusnya menunggu keluhannya viral dulu baru mendapat perhatian.

Yamin juga menyampaikan pesan khusus kepada Gubernur Sumsel.

“Pak Gubernur, kami adalah bagian dari masyarakat Sumatera Selatan juga,”_ ujarnya.

Kini publik menunggu langkah konkret. Apakah sudah ada pendataan warga terdampak? Kapan distribusi air bersih dilakukan? Dan siapa yang bertanggung jawab memastikan kebutuhan air terpenuhi?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab hanya dengan rapat dan pernyataan.

Pemerintah Desa, Kecamatan, Pemkab Muba hingga Pemprov Sumsel memiliki tanggung jawab untuk merespons sesuai kewenangan masing-masing. Krisis ini juga menjadi momentum mengevaluasi kesiapan pemerintah menghadapi persoalan kebutuhan dasar masyarakat.

“Jangan sampai rakyat harus berteriak lebih keras hanya untuk mendapatkan hak paling dasar dalam kehidupan,”_ tutup Yamin.

Hingga berita ini diterbitkan, warga masih menunggu tindakan nyata di lapangan, bukan janji, bukan seremoni, dan bukan saling lempar tanggung jawab.

 Nurdin

Post a Comment for "KRISIS AIR MELANDA SUNGAI KERUH DAN JIRAK JAYA, WARGA TAGIH AKSI NYATA PEMERINTAH"