Banyuasin,Infodesanasional.id — Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai acara pelepasan dua tenaga pendidik yang memasuki masa purnabakti di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 14 Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Kedua guru tersebut adalah Juriyanto, A.Ma.Pd., yang memasuki masa purnabakti terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Oktober 2026, serta Sudarsih, yang telah memasuki masa purnabakti sejak 1 Juli 2026.
Kegiatan yang digelar di halaman SDN 14 Air Salek itu dihadiri para wali murid, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran aparatur Pemerintah Desa Sidoharjo, serta sejumlah tenaga pendidik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sidoharjo, M. Nuryanto; Koordinator Disdikbud Kecamatan Air Salek, Sutarmin, S.Pd., M.AP.; Kepala SDN 14 Air Salek, Bintari, S.Pd.; sejumlah kepala sekolah; serta seluruh tenaga pendidik di lingkungan sekolah tersebut.
Sutarmin Apresiasi Pengabdian Guru
Dalam sambutannya, Sutarmin menyampaikan apresiasi kepada kedua guru yang telah menuntaskan masa pengabdiannya di dunia pendidikan.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar menanamkan karakter dan budi pekerti yang baik kepada anak sejak dini. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga pembentukan adab dan karakter yang dimulai dari lingkungan keluarga.
"Adab lebih penting dari sekadar pengetahuan, dan pendidikan utama berawal dari rumah," ungkapnya.
Selain menyampaikan apresiasi kepada para guru purnabakti, Sutarmin turut menyinggung persoalan sistem pembelajaran di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Kecamatan Air Salek.
Ia mengatakan, hingga kegiatan berlangsung, pihaknya belum menerima susulan surat edaran resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banyuasin mengenai pelaksanaan pembelajaran secara luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring) untuk hari Senin.
"Untuk nanti hari Senin, kami belum mendapat edaran mengenai kabut asap," paparnya.
Meski demikian, ia meminta pihak sekolah dan wali murid bermusyawarah untuk menentukan sistem pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di wilayah masing-masing. Hal itu dinilai penting karena tingkat ketebalan kabut asap tidak sama di setiap desa.
"Dari sekecamatan Air Salek ini, sembilan puluh persen meminta luring," pungkasnya.
Sutarmin juga menegaskan bahwa kegiatan pelepasan tersebut bukan dimaksudkan untuk pencitraan, melainkan sebagai momentum mengenang dan menghargai jasa para guru selama menjalankan tugas pendidikan.
Kades Sidoharjo Kenang Jasa Gurunya
Kepala Desa Sidoharjo, M. Nuryanto, mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kenangan tersendiri dengan Sudarsih. Ia mengaku pernah menjadi murid Sudarsih ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.
"Saya masih teringat waktu itu saya kelas dua. Itu masih teringat dalam benak saya," tuturnya mengenang masa lalu.
Nuryanto juga berpesan kepada para tenaga pendidik yang masih aktif bertugas agar tetap bersabar dalam menghadapi perkembangan perilaku peserta didik yang dinilainya berbeda pada setiap generasi.
"Ketika mendidik dan mengajar, yang sabar bagi yang belum pensiun," ujarnya.
Di tengah kondisi kabut asap dan debu yang masih terjadi, Nuryanto turut mengimbau para peserta didik agar memperhatikan kesehatan, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Mengingat masih banyak debu, tolong jangan lupa memakai masker, khususnya dalam perjalanan," imbaunya.
Juriyanto Kenang 39 Tahun Pengabdian
Sementara itu, Juriyanto mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya setelah menjalani pengabdian selama 39 tahun di dunia pendidikan.
Ia mengaku bersyukur karena selama bertugas mendapatkan penerimaan yang baik dari masyarakat setempat. Menurutnya, keberagaman masyarakat di wilayah tersebut menjadi salah satu hal yang berkesan selama perjalanan pengabdiannya.
Pengalaman mengajar peserta didik dari berbagai generasi juga menjadi bagian tersendiri dalam perjalanan panjangnya sebagai tenaga pendidik.
Bagi Juriyanto, masa pengabdian yang telah dilalui bukan sekadar perjalanan profesi, melainkan juga pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan masyarakat dan mendidik anak-anak di lingkungan sekolah.
Di sisi lain, Kepala SDN 14 Air Salek, Bintari, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia berharap momentum pelepasan itu menjadi bentuk penghargaan atas jasa dan dedikasi kedua guru yang telah memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan.
Acara pelepasan turut dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni tari tradisional yang dibawakan oleh para peserta didik, di antaranya tari Mojang dan sejumlah penampilan lainnya.
Kegiatan berlangsung sebagai bentuk penghormatan kepada dua tenaga pendidik yang telah menyelesaikan masa tugasnya, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya dedikasi guru dalam membentuk generasi penerus bangsa.
Pewarta: Junaidi

Post a Comment for "SDN 14 Air Salek Lepas Dua Guru Purnabakti,"