KETUA DPC AKPERSI MUBA ANGKAT BICARA: “POLSEK KELUANG BOBROK!” DUKUNG AKSI “JUMAT KERAMAT” COPOT KAPOLSEK




KETUA DPC AKPERSI MUBA ANGKAT BICARA: “POLSEK KELUANG BOBROK!” DUKUNG AKSI “JUMAT KERAMAT” COPOT KAPOLSEK

Sekayu, infodesanasional.id, – Suara keras terhadap kinerja aparat di Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, terus bermunculan. Kali ini datang dari Ketua DPC AKPERSI Musi Banyuasin, Warto, yang secara terbuka melontarkan kritik tajam menjelang aksi besar “Jumat Keramat”.

Warto menilai, kondisi penegakan hukum di wilayah Keluang sudah berada pada titik yang memprihatinkan. Ia bahkan menyebut kepemimpinan di Mapolsek Keluang dalam kondisi “bobrok”.

“Ini bukan lagi soal kekurangan, ini sudah sangat amat bobroknya kepemimpinan di Polsek Keluang. Fakta di lapangan tidak bisa dibantah—kebakaran sumur minyak ilegal terus terjadi, tapi penegakan hukum seperti mati suri,” tegas Warto.

Menurutnya, rentetan kebakaran yang terjadi tanpa kejelasan hukum menjadi bukti nyata bahwa ada kegagalan serius dalam menjalankan fungsi pengamanan dan penindakan.

Ia pun menilai aksi yang akan digelar oleh Forum Ormas Cakar Sriwijaya Muba merupakan bentuk kemarahan yang sangat wajar dari masyarakat.

“Sangat wajar masyarakat berontak. Ini akumulasi kekecewaan yang sudah lama dipendam. Kalau aparat tidak mampu memberikan kepastian hukum, jangan salahkan rakyat turun ke jalan,” ujarnya.

Warto juga secara tegas mendukung tuntutan pencopotan Kapolsek Keluang yang dinilai tidak mampu mengendalikan situasi.

“Kalau tidak mampu bekerja, ya harus dievaluasi, bahkan dicopot. Jabatan itu amanah, bukan sekadar posisi. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan sepenuhnya,” katanya.

Ia menambahkan, lambannya pengungkapan kasus kebakaran sumur minyak ilegal berpotensi memunculkan dugaan liar di tengah masyarakat.

“Kalau terus dibiarkan tanpa kejelasan, publik pasti bertanya—ada apa? Jangan sampai muncul kesan ada yang dilindungi. Ini berbahaya bagi kepercayaan publik,” tegasnya lagi.

Aksi “Jumat Keramat” sendiri dipastikan akan menjadi gelombang tekanan besar terhadap aparat penegak hukum. Dengan jumlah massa yang diperkirakan ratusan orang, tuntutan yang dibawa tidak lagi sekadar aspirasi, melainkan ultimatum terbuka.

Isu kebakaran sumur minyak ilegal di Keluang bukan hanya soal pelanggaran hukum, tetapi juga telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan keresahan luas di tengah masyarakat.

Kini, semua mata tertuju pada bagaimana aparat merespons tekanan publik yang semakin menguat.

Jika tidak ada langkah tegas, “Jumat Keramat” bisa menjadi titik balik runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Keluang.

(Tim)

Post a Comment for "KETUA DPC AKPERSI MUBA ANGKAT BICARA: “POLSEK KELUANG BOBROK!” DUKUNG AKSI “JUMAT KERAMAT” COPOT KAPOLSEK"