MUBA, infodesanasional.id,- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Jambi, tepatnya di Km 170, Desa Simpang Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten , Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan truk tronton pengangkut batubara, dump truck, serta sepeda motor, dan menyebabkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian.
Korban tewas diketahui bernama Selamet Riyanto (44), warga Desa Berojaya Timur. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tertabrak akibat benturan keras antara dua kendaraan besar di depannya. Sementara itu, sopir dump truck, Dodi Ramzi (41), mengalami luka serius dan telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat truk tronton batubara melaju dari arah menuju . Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tersebut bertabrakan dengan dump truck yang datang dari arah berlawanan. Benturan keras itu menyebabkan dump truck terdorong ke belakang hingga menghantam sepeda motor korban.
Ironisnya, pengemudi truk batubara dilaporkan melarikan diri usai kejadian dan hingga kini belum diketahui identitasnya. Aparat kepolisian dari Pos Lantas Simpang Tungkal Polres Musi Banyuasin telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari Mauzan, perwakilan DPD GEMPITA MUBA. Ia menilai kecelakaan tersebut bukan sekadar insiden lalu lintas biasa, melainkan dampak nyata dari lemahnya pengawasan terhadap aktivitas angkutan batubara di jalan umum.
Menurutnya, keberadaan truk batubara di Jalintim yang merupakan jalur publik telah lama dikeluhkan masyarakat. Namun hingga kini, aktivitas tersebut masih terus berlangsung tanpa penindakan yang konsisten.
“Ini bukan lagi soal kecelakaan biasa, ini soal kelalaian yang terus dibiarkan. Aturan ada, tapi tidak ditegakkan secara serius. Akibatnya, masyarakat yang menjadi korban,” tegasnya.
Mauzan juga secara terbuka mempertanyakan peran Dinas Perhubungan (Dishub) Musi Banyuasin dalam persoalan ini. Dengan nada tegas, ia menyampaikan kritik, “Di mana Dishub? Mengapa truk batubara masih bebas melintas di jalan umum tanpa pengawasan ketat?”
Ia mendesak agar pemerintah daerah dan instansi terkait tidak lagi melakukan langkah setengah hati. Penertiban harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat yang tidak memberikan efek jera.
Selama ini, aktivitas angkutan batubara di Jalintim kerap menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kemacetan panjang, kerusakan infrastruktur jalan, hingga meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas.
Kecelakaan di Simpang Tungkal ini kembali menjadi pengingat bahwa persoalan tersebut belum terselesaikan. Masyarakat berharap adanya langkah nyata dari pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.
Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan serta keberadaan sopir truk batubara yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
(Ya2n)
.jpg)
Post a Comment for "Truk Batubara Kembali Makan Korban, Mauzan GEMPITA MUBA: “Di Mana Dishub?”"