AKPERSI Gelar Diskusi Publik Pendidikan di OKI: Tekankan Etika Jurnalistik dan Pentingnya Konfirmasi Sebelum Pemberitaan


OKI, SUMATERA SELATAN – Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) sukses menyelenggarakan Diskusi Publik bertema Dunia Pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk menyatukan persepsi antara kalangan pers, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan, sekaligus menegaskan kembali prinsip dasar jurnalistik yang profesional dan beretika.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pejabat negara, di antaranya Brigjen Pol (Purna) Prof. Dr. Hairuddin Hasibuan (Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan), serta Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan, Deva Oktavianus Corza, SE., M.Si. Turut hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten OKI, para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan se-Kabupaten OKI, serta jajaran pengurus pusat dan daerah AKPERSI.

Kepemimpinan AKPERSI hadir secara lengkap dipimpin oleh Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, S.Kom., S.H., C.IJ., C.BJ., C.EJ., CFL., didampingi Ketua OKK DPP AKPERSI, Thofilus B. Benyamin, Kepala Divisi Kominfo AKPERSI, Putra, serta pengurus DPD Sumatera Selatan yakni Kepala Divisi Humas, Yogi Bob dan Sekretaris Daerah, Fani. Secara tuan rumah, kegiatan ini disambut langsung oleh Ketua DPC AKPERSI Kabupaten OKI, Siti, beserta seluruh jajaran pengurus daerah.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan laporan kegiatan dari Ketua Panitia Pelaksana. Dalam laporannya, disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun sinergi, komunikasi, dan pemahaman yang baik antara dunia pers dan dunia pendidikan. Selanjutnya, Ketua Umum AKPERSI menyampaikan arahan organisasi sebelum acara secara resmi dibuka oleh Brigjen Pol (Purna) Prof. Dr. Hairuddin Hasibuan.

Dalam sesi pemaparan materi utama yang disampaikan kepada para kepala sekolah dan peserta diskusi, isu yang menjadi sorotan utama adalah maraknya praktik pemberitaan yang tidak beretika. Narasumber menegaskan adanya keluhan mengenai oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan atau media, namun dalam praktiknya membuat dan menyebarkan berita tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait, dalam hal ini pihak sekolah maupun instansi pendidikan.

Para pembicara sepakat menegaskan bahwa konfirmasi adalah syarat mutlak dan prinsip dasar dalam kode etik jurnalistik. Pemberitaan yang dilakukan tanpa verifikasi dan konfirmasi dianggap berpotensi merugikan nama baik institusi, menimbulkan keresahan publik, serta merusak hubungan kemitraan yang seharusnya terjalin harmonis antara pers dan pemerintah.

Ketua Umum AKPERSI, Rino Triyono, dalam keterangannya menegaskan bahwa AKPERSI berdiri untuk menjaga marwah profesi kewartawanan. Ia menegaskan organisasinya tidak akan mentolerir oknum yang bekerja sembarangan dan merusak citra pers di mata masyarakat maupun instansi pemerintah.

“Kami mengundang para kepala sekolah dan unsur pendidikan di sini untuk menyamakan persepsi. Wartawan yang profesional pasti akan selalu melakukan konfirmasi sebelum berita dimuat. Jika ada pihak yang mengatasnamakan wartawan tapi membuat berita sepihak tanpa mengecek kebenaran fakta, itu jelas melanggar prinsip jurnalistik dan kode etik. Kami dari AKPERSI berkomitmen membersihkan profesi ini dari oknum-oknum yang merugikan,” tegas Rino Triyono.

Sementara itu, Brigjen Pol (Purna) Prof. Dr. Hairuddin Hasibuan dalam sambutan pembukaannya sangat mengapresiasi langkah konkret AKPERSI yang turun langsung ke daerah menyentuh isu strategis pendidikan dan etika pers. Menurutnya, sinergi antara pers dan pendidikan sangat krusial dalam pembangunan karakter daerah.

“Pers memiliki peran besar sebagai kontrol sosial, namun peran itu harus dilakukan secara bertanggung jawab dan benar. Apa yang dilakukan AKPERSI dengan mengedukasi sekaligus menertibkan aturan main profesi ini sangat patut diapresiasi. Kami berharap ke depannya hubungan antara pemerintah, pendidikan, dan pers di Sumatera Selatan semakin kuat dan saling mendukung kemajuan daerah,” ujar Prof. Hairuddin.

Hal senada juga disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Sumatera Selatan, Deva Oktavianus Corza, SE., M.Si., yang berharap diskusi ini menjadi titik tolak lahirnya kerja sama yang lebih baik dan saling menguntungkan, di mana pers hadir memberikan informasi yang benar dan edukatif bagi kemajuan dunia pendidikan di Sumatera Selatan.

Acara berlangsung dengan penuh antusiasme dan sesi diskusi yang interaktif. Para kepala sekolah menyambut baik langkah ini karena memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi institusi pendidikan dari pemberitaan yang tidak berdasar. Kegiatan ini ditutup dengan kesepakatan bersama untuk senantiasa membangun komunikasi terbuka, menjaga prinsip kebenaran informasi, dan menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif serta maju.(Toby) 

Post a Comment for "AKPERSI Gelar Diskusi Publik Pendidikan di OKI: Tekankan Etika Jurnalistik dan Pentingnya Konfirmasi Sebelum Pemberitaan"