Angka Putus Sekolah di Ngawi Tembus 730 Siswa, Masalah Keluarga Jadi Pemicu Utama


NGAWI, Infodesanasional.id – Masalah pendidikan masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Ngawi. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) setempat mencatat angka putus sekolah pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) masih tergolong tinggi, yakni mencapai 730 siswa pada tahun ini.

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, jumlah tersebut terbagi menjadi 200 siswa tingkat SD dan 530 siswa tingkat SMP, baik dari lembaga pendidikan negeri maupun swasta.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikbud Ngawi, Zainal Fanani, mengungkapkan bahwa populasi siswa di wilayahnya cukup besar. Saat ini, terdapat sekitar 44.500 siswa SD yang tersebar di 502 lembaga, serta 22.500 siswa SMP di 82 lembaga pendidikan.

Zainal menjelaskan adanya perbedaan faktor penyebab antara kedua jenjang tersebut. "Untuk tingkat SD, penyebab utama siswa putus sekolah didominasi oleh kondisi keluarga. Sementara di tingkat SMP, faktornya lebih kompleks," ujarnya.Selain dipicu oleh masalah keluarga, pergaulan lingkungan juga menjadi pengaruh besar bagi siswa SMP untuk berhenti sekolah. 

Dikbud mencatat rata-rata siswa SMP yang putus sekolah berada di bangku kelas 8.Pemerintah daerah kini tengah mengevaluasi kondisi ini guna mencari solusi agar angka putus sekolah dapat ditekan dan anak-anak di Ngawi bisa kembali mendapatkan hak pendidikannya secara tuntas. (adi) 

Post a Comment for "Angka Putus Sekolah di Ngawi Tembus 730 Siswa, Masalah Keluarga Jadi Pemicu Utama"