MURATARA, Infodesanasional.id – Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Karang Jaya, Musi Rawas Utara (Muratara), menyisakan kisah perjuangan hidup dan mati.
Di tengah duka mendalam atas tewasnya 16 penumpang, terselip cerita heroik dari segelintir korban yang berhasil lolos dari maut.
Saksi hidup yang berhasil selamat adalah pasangan suami istri Ngadiono (44) dan Jumiatun (34), warga Kecamatan Gabus, Pati, Jawa Tengah, serta M. Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal, Pati. Saat ini, ketiganya tengah berjuang melawan rasa sakit akibat luka bakar serius dalam perawatan intensif di rumah sakit.
Detik-detik MencekamNgadiono mengenang kembali momen horor saat benturan keras terjadi. Dalam hitungan detik, suasana di dalam bus berubah menjadi neraka.
Asap hitam pekat memenuhi ruangan, membuat para penumpang sesak napas dan panik luar biasa."Situasi sangat gelap karena asap. Semua orang berteriak," ungkap Ngadiono.Dalam kondisi tubuh yang sudah terluka, insting bertahan hidup Ngadiono muncul. Ia nekat memecahkan kaca bus menggunakan tenaga terakhirnya.
Lubang kecil dari kaca yang pecah itulah yang menjadi satu-satunya jalur penyelamat. Ia berhasil keluar, lalu dengan sigap membantu istrinya dan satu penumpang lain untuk ikut melompat keluar.
Hanya Bisa PasrahNamun, kelegaan karena berhasil keluar segera berganti dengan rasa pilu. Dari pinggir jalan, dengan kondisi luka bakar di tubuh, mereka hanya bisa terpaku menyaksikan kobaran api yang dengan cepat melalap seluruh badan bus.Suara minta tolong perlahan hilang ditelan suara ledakan dan deru api.
Karena api yang membesar begitu cepat pasca tabrakan dengan tangki BBM, banyak penumpang lain yang terjebak di dalam dan tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri.Kisah Ngadiono dan dua rekannya menjadi pengingat betapa mencekamnya kecelakaan tragis tersebut, di mana maut dan mukjizat hanya dibatasi oleh selembar kaca bus. (red)

Post a Comment for "Kisah Pilu Penumpang Bus ALS: Pecahkan Kaca demi Lolos dari Kobaran Api di Karang Jaya"