MADIUN, Infodesanasional.id – Suasana khidmat menyelimuti jalur Saradan–Caruban, Kabupaten Madiun, saat rombongan biksu Thudong melintas di bawah terik matahari.
Sebanyak 58 biksu yang berasal dari empat negara tengah menjalani ritual berjalan kaki sejauh 660 kilometer dari Bali menuju Candi Borobudur untuk menyambut perayaan Hari Raya Waisak 2026.Mengenakan jubah jingga yang khas, para biksu melangkah dengan tenang meski cuaca cukup menyengat.
Perjalanan spiritual yang telah dimulai sejak 9 Mei 2025 ini menarik perhatian besar dari masyarakat setempat. Sepanjang tepian jalan, warga tampak berjejer memberikan sambutan yang menyentuh hati.
Pantauan di lapangan menunjukkan tingginya antusiasme warga. Tidak sekadar menonton, banyak warga yang secara spontan melambaikan tangan, memberikan salam hormat, hingga membagikan air minum gratis kepada para biksu. Aksi sederhana ini menjadi bentuk dukungan nyata bagi para pengelana spiritual tersebut."Ini adalah bentuk rasa kemanusiaan dan toleransi kami.
Meskipun berbeda keyakinan, kami sangat menghormati perjuangan mereka," ujar salah seorang warga yang ikut membagikan minuman di pinggir jalan.Perjalanan Thudong ini bukan sekadar aktivitas fisik berpindah tempat, melainkan sebuah pesan berjalan tentang kesederhanaan,
kedamaian, dan pengendalian diri. Kehangatan yang ditunjukkan masyarakat Madiun menjadi potret indah bagaimana toleransi dan rasa persaudaraan tetap tumbuh subur di tengah perbedaan.
Rombongan dijadwalkan akan terus bergerak menuju Magelang untuk mencapai puncak perayaan Waisak di Candi Borobudur, membawa serta pesan damai dari setiap langkah yang mereka tapaki. (adi)

Post a Comment for "Langkah Damai Menuju Borobudur, Sambutan Hangat Warga Iringi Biksu Thudong"