SEKAYU, Infodesanasional.id - MEI 2026 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi merilis data rekapitulasi pelamar program pelatihan sektor minyak dan gas (migas). Program ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh masyarakat lokal Musi Banyuasin yang siap meningkatkan kompetensi demi bersaing di industri vital tersebut dan program ini murni dari APBN TA.2026. Quota yang lulus 20 orang yang nanti diberangkatkan dan semua gratis selama pendidikan termasuk biaya Trasportasi Palembang -Cepu PP untuk itu ayo ikuti kompetisi ini dengan jujur dan andalkan potensi dirimu tegasnya.
Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga,AP, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas tingginya animo generasi muda Muba terhadap program pelatihan ini. Tercatat sebanyak 143 pelamar telah mendaftarkan diri secara resmi.
"Minat masyarakat kita untuk masuk ke sektor migas ini luar biasa tinggi. Ini membuktikan bahwa pemuda Muba memiliki semangat yang besar untuk berdaya saing dan menjadi tuan rumah di industri daerahnya sendiri," dan tentunya mampu bersaing untuk indonesia ujarnya.
Kadisnakertrans muba ini juga menyoroti keterlibatan pelamar perempuan yang cukup signifikan dalam pendaftaran tahun ini, khususnya pada jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Migas. Dari total 143 pelamar, mayoritas didominasi oleh laki-laki sebanyak 98 orang, sementara pelamar perempuan mencapai 45 orang.
"Sangat menarik melihat pergeseran tren saat ini. Sektor migas yang dulu identik dengan dunia laki-laki, kini mulai diminati secara kompetitif oleh kaum perempuan, terutama di bidang K3," tambahnya.
PENJELASAN TEKNIS HASIL VERIFIKASI ADMINISTRASI
Secara teknis pelaksanaan dan hasil verifikasi berkas, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (Kabid Lattas) Disnakertrans Muba, Edison, memaparkan rincian sebaran pelamar serta hasil kelulusan administrasi awal.
Dari total berkas yang masuk, tim verifikator mencatat ada 13 pelamar yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), terdiri dari 11 laki-laki dan 2 perempuan.
Edison membedah data pelamar dan status verifikasi berdasarkan tiga jurusan yang dibuka:
1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Migas (K3)
Menjadi jurusan yang paling diminati dengan total 96 pelamar. Distribusi gendernya cukup kompetitif, terdiri dari 54 pelamar laki-laki dan 42 pelamar perempuan. Namun, karena standarnya yang ketat, jurusan ini menyumbang angka kegagalan verifikasi tertinggi, yaitu sebanyak 10 orang (8 laki-laki dan 2 perempuan).
2 Operasi Pesawat Angkat, Angkut dan Juru Ikat Beban (Rigger)
Menempati posisi kedua dengan total 24 pelamar. Seluruh pelamar di jurusan ini adalah laki-laki (24 orang), tanpa ada pelamar perempuan. Pada tahapan ini, terdapat 3 pelamar yang dinyatakan TMS.
3 Pengukur Isi Tangki dan Hasil Olahan
Berada di posisi terakhir dengan total 23 pelamar, yang terdiri dari 20 pelamar laki-laki dan 3 pelamar perempuan. Kabar baiknya, jurusan ini mencatat 0 orang berkas TMS. Artinya, seluruh pelamar di jurusan ini memiliki keakuratan sempurna dan 100 persen berhasil melewati tahapan persyaratan awal dengan bersih.
Sebagai kesimpulan, Edison mengingatkan bahwa meskipun jurusan K3 menjadi primadona dengan pendaftar terbanyak, ketatnya persyaratan membuat jurusan ini sekaligus menjadi penyumbang angka drop-out administrasi terbesar. Sebaliknya, kedisiplinan pelamar di jurusan Pengukur Isi Tangki menunjukkan hasil yang sempurna.
"Proses verifikasi ini kami lakukan secara ketat dan transparan untuk memastikan bahwa peserta yang maju ke tahap berikutnya benar-benar memenuhi kualifikasi standar industri migas. Bagi yang belum memenuhi syarat, tetap semangat dan persiapkan diri untuk kesempatan berikutnya," tutup Edison.

Post a Comment for "MINAT TINGGI, 143 PEMUDA MUBA DAFTAR PELATIHAN MIGAS: DISNAKERTRANS RILIS HASIL VERIFIKASI ADMINISTRASI"