NGAWI, Info desa nasional.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit yang ditularkan melalui tikus. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak enam warga Ngawi terkonfirmasi positif leptospirosis.
Meskipun kasus leptospirosis mulai muncul, pihak Dinkes memastikan bahwa ancaman penyakit lain seperti Hantavirus hingga saat ini belum ditemukan di wilayah Ngawi.
Seluruh pasien leptospirosis yang terdata pun dilaporkan telah sembuh total setelah menjalani perawatan medis intensif.Petani di Perbatasan Jadi Kelompok Paling RentanBerdasarkan data lapangan, mayoritas penderita merupakan petani yang beraktivitas di wilayah perbatasan antara Ngawi dan Sragen.
Area persawahan menjadi lokasi paling rawan penularan karena bakteri Leptospira yang berasal dari urine tikus dapat dengan mudah masuk ke tubuh manusia melalui luka terbuka, khususnya di bagian kaki.“Para petani sangat rentan terpapar, terutama saat beraktivitas di sawah tanpa pelindung. Bakteri masuk lewat luka kecil yang terkena air atau tanah yang tercemar urine tikus,” tulis Dinkes Ngawi dalam keterangannya.
Kenali Gejala dan BahayanyaMasyarakat diminta tidak meremehkan gejala awal yang muncul. Infeksi leptospirosis umumnya ditandai dengan:Demam tinggi mendadak.Nyeri hebat pada otot betis dan paha.Sakit kepala dan lemas.
Jika tidak segera ditangani secara medis, penyakit ini berisiko fatal dan dapat menyebabkan komplikasi berat seperti gagal ginjal.Waspadai HantavirusSelain leptospirosis, Dinkes juga mengingatkan potensi bahaya Hantavirus.
Berbeda dengan leptospirosis yang menular lewat kontak luka, Hantavirus menyerang saluran pernapasan melalui udara yang tercemar partikel kotoran atau urine tikus yang mengering.Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah dan gudang, serta menggunakan alat pelindung diri seperti sepatu bot dan sarung tangan saat bekerja di sawah atau area yang rawan menjadi sarang tikus. (adi)

Post a Comment for "Waspada Penyakit Menular Tikus: 6 Warga Ngawi Terjangkit Leptospirosis, Petani Paling Berisiko"