MUSI BANYUASIN, Infodesanasional.id – Gelombang keresahan melanda masyarakat menyusul keputusan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini dinilai mencekik leher rakyat kecil yang kini tengah berjuang bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi dan krisis kemarau panjang yang melanda Indonesia.
Pantauan di lapangan menunjukkan aksi demonstrasi besar-besaran terus mengalir dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, hingga masyarakat umum.
Mereka menyuarakan penolakan keras dan menuntut keadilan atas beban hidup yang kian tak terpikul.Di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), sumpah serapah dan keluhan warga terdengar di setiap sudut desa.
Masyarakat merasa bingung dan was-was akan keberlangsungan hidup mereka. Pasalnya, kenaikan harga BBM tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan. Sebaliknya, harga komoditas utama seperti karet dan sawit justru merosot tajam dan tidak menentu.Salah satu tokoh masyarakat Muba berinisial AR, mengungkapkan keprihatinannya dengan nada getir.
Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih mencekam dibandingkan krisis moneter tahun-tahun silam."Hancur bumi mun model cak ini (Hancur bumi kalau begini terus). Ini krisis lebih parah dari tahun dulu. Harga karet dan sawit gak jelas, sementara semua kebutuhan naik gara-gara BBM. Masyarakat menjerit, pendapatan tidak ada," ujar AR kepada awak media dengan nada tinggi penuh kekecewaan.
Kekecewaan ini juga dibarengi dengan tuntutan terhadap janji-janji politik para pemimpin, mulai dari tingkat Bupati, Anggota DPR, Gubernur, hingga Presiden. Masyarakat merasa janji-janji manis saat kampanye kini menguap di saat rakyat sedang sangat membutuhkan pembelaan.
Sambil meneteskan air mata, seorang warga menyampaikan pesan menyentuh yang ditujukan kepada para pemangku kebijakan. "Pak Bupati, Pak Gubernur, Pak Presiden, hingga Bapak-bapak di DPR dan MPR, tolong lihat kami. Gimana nasib rakyatmu ini? Kami sudah tidak tahu lagi harus mengadu ke mana," keluhnya lirih.Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menanti langkah nyata dari pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan memberikan solusi atas ketimpangan ekonomi yang kian melebar.
Rakyat tidak butuh sekadar janji, melainkan bukti nyata agar dapur mereka tetap bisa mengepul di tengah badai krisis ini. (to)

Post a Comment for "Jerit Rakyat Kecil: Harga BBM Melejit di Tengah Kemarau Panjang, Warga Muba: "Hancur Bumi Mun Model Cak Ini""