JAKARTA, Infodesanasional.id – Kabar duka yang mendalam kembali menghampiri bangsa Indonesia. Kesedihan mendalam menyelimuti segenap elemen masyarakat, khususnya keluarga besar Gerakan Pemuda Nusantara Indonesia (GPNI), menyusul berpulangnya ke Rahmatullah, sosok pejuang dan pengabdi negara, Jenderal TNI (Purn.) Riamizard Riacdu. Kepergian beliau meninggalkan luka kehilangan yang mendalam, bukan hanya bagi keluarga tercinta, tetapi juga bagi seluruh anak bangsa yang mengenal dedikasi dan keteguhan hati beliau dalam menjaga negeri ini.
Ketua Umum GPNI mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota organisasi menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya, rasa haru, dan penghormatan tertinggi atas wafatnya Almarhum. Bagi GPNI, kepergian beliau adalah sebuah kehilangan besar, karena telah tiada satu sosok pahlawan yang senantiasa memberikan teladan nyata tentang apa arti pengabdian, cinta tanah air, dan tanggung jawab yang tak tergoyahkan.
Dalam pernyataan emosional yang disampaikan di hadapan awak media, Ketua Umum GPNI mengungkapkan keprihatinan yang mendalam. Ia mengenang sosok Almarhum sebagai sosok yang sangat dicintai, berwibawa, dan senantiasa hadir memberikan arahan serta semangat bagi generasi muda untuk mencintai dan membangun Indonesia. Kini, sosok itu telah tiada, kembali ke pangkuan Sang Pencipta, meninggalkan jejak kebaikan dan kenangan indah yang abadi di hati semua orang yang pernah bersua dan mengenal beliau.
Berikut adalah kutipan lengkap pernyataan duka cita yang menyentuh hati dari Ketua Umum GPNI:
"Air mata seakan tak kuasa menahan rasa kehilangan yang begitu besar ini. Kami, Ketua Umum dan segenap keluarga besar Gerakan Pemuda Nusantara Indonesia (GPNI), turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, berduka hingga ke dasar jiwa, atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Jenderal TNI (Purn.) Riamizard Riacdu.
Rasanya masih sulit kami percaya, sosok yang begitu kami hormati, sosok yang senantiasa menjadi benteng dan teladan bagi kami semua, kini telah berpulang meninggalkan kita semua. Tiada kata yang mampu mewakili rasa sedih dan kehilangan yang kami rasakan saat ini. Beliau adalah bukti nyata dari seorang prajurit sejati yang mengabdikan seluruh hidup, pikiran, tenaga, dan waktunya hanya demi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Gleen Lesnussa (Ketua Umum GPNI ) dan segenap keluarga besar GPNI bersimpuh memohon ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, kasih sayang, dan ketenangan yang abadi bagi Almarhum. Semoga segala amal perbuatan, pengabdian, serta kebaikan yang telah beliau persembahkan semasa hidup diterima dengan sebaik-baiknya di sisi Allah SWT, dan ditempatkan beliau di tempat yang paling mulia, paling indah, dan paling bahagia, bersama orang-orang yang beriman dan beramal saleh di surga-Nya yang tertinggi.
Kepada seluruh keluarga, kerabat, dan orang-orang terkasih yang ditinggalkan, kami turut merasakan kepedihan yang sama. Kami berdoa semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan hati yang luar biasa, serta ketenangan jiwa dalam menghadapi ujian berat ini. Semoga kenangan indah dan jasa-jasa beliau yang tak terhingga jumlahnya menjadi penawar hati dan kekuatan bagi keluarga. Selamat jalan Bapak Jenderal, jasa dan cinta Bapak untuk Indonesia tidak akan pernah kami lupakan," ujar Ketua Umum GPNI dengan nada bergetar dan mata berkaca-kaca, Senin (1/6/2026).
GPNI menegaskan bahwa meski raga Almarhum telah tiada, semangat, nilai-nilai luhur, dan jejak pengabdian yang telah beliau tinggalkan akan terus hidup dan menjadi warisan berharga yang akan dijaga, diteruskan, dan diteladani oleh seluruh generasi muda bangsa. Kepergian beliau menjadi pengingat bagi kita semua untuk meneruskan cita-cita luhur yang telah beliau perjuangkan sepanjang hayatnya.
Selamat jalan Jenderal, selamat beristirahat dengan damai. Jasa-jasa Bapak akan selalu abadi di sanubari seluruh anak bangsa Indone

Post a Comment for "Keluarga Besar GPNI Berduka Cita Mendalam atas Berpulangnya Jenderal TNI (Purn.) Riamizard Riacdu: Kehilangan Sosok Pengabdian Sejati bagi Bangsa"