Air Kelubi dan Pasir Lulun Masih Gelap, Internet Belum Menjangkau; Ketua DPD AKPERSI Kepri Fauzan C.ILJ. Minta Pemprov Tak Tutup Mata


LINGGA, Infodesanasional.id - Di balik geliat pembangunan yang terus digaungkan di Provinsi Kepulauan Riau, masih tersimpan kenyataan yang mengundang keprihatinan. Di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Lingga, cahaya listrik belum sepenuhnya hadir, sementara akses internet yang menjadi kebutuhan dasar di era digital juga masih menjadi kemewahan bagi sebagian masyarakat.Kamis 16/07/2026

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau, Fauzan, C.ILJ. Melalui Media ia menitipkan salam hormat sekaligus pesan kepada Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, agar memberikan perhatian khusus terhadap masyarakat di Dusun II Air Kelubi, Pasir Lulun, dan Pengayun, Desa Resun Pesisir, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga.

Menurut Fauzan, program pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang menyasar pulau-pulau patut diapresiasi. Namun, berdasarkan fakta yang ditemuinya di lapangan, masih ada wilayah yang hingga kini belum menikmati akses listrik selama 24 jam.

"Sebagai putra daerah, saya merasa sedih melihat kenyataan bahwa di tengah berbagai kemajuan pembangunan, masih ada masyarakat yang menggantungkan penerangan pada mesin diesel. Listrik hanya menyala sekitar pukul 18.00 WIB hingga pukul 21.00 atau 22.00 WIB. Yang lebih memprihatinkan, biaya bahan bakar minyak (BBM) untuk menghidupkan mesin tersebut ditanggung secara gotong royong oleh masyarakat," ujar Fauzan.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan pembangunan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah kepulauan yang menjadi wajah Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah maritim.

Tak hanya persoalan listrik, Fauzan juga menyoroti lemahnya akses jaringan telekomunikasi di Air Kelubi dan Pasir Lulun. Menurutnya, di era digital seperti saat ini, jaringan internet bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan.

"Anak-anak membutuhkan internet untuk belajar, masyarakat memerlukannya untuk memperoleh informasi dan mengakses layanan publik. Namun hingga hari ini, sinyal di beberapa titik masih sangat terbatas. Jangan sampai masyarakat di pulau-pulau kecil tertinggal hanya karena belum tersedianya infrastruktur dasar," katanya.

Fauzan berharap Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat berkoordinasi dengan pemerintah pusat, PLN, serta penyedia layanan telekomunikasi agar persoalan listrik dan jaringan internet di wilayah tersebut segera mendapat solusi yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pesan yang disampaikannya bukanlah bentuk kritik semata, melainkan aspirasi masyarakat yang menginginkan pemerataan pembangunan tanpa membedakan wilayah perkotaan maupun pulau-pulau terluar.

"Saya percaya Bapak Gubernur Ansar Ahmad memiliki komitmen untuk membangun Kepulauan Riau secara merata. Karena itu, saya menitipkan harapan masyarakat Air Kelubi, Pasir Lulun, dan Pengayun agar wilayah mereka menjadi perhatian khusus. Jangan biarkan masih ada daerah yang gelap ketika daerah lain sudah menikmati terang. Jangan biarkan masyarakat di pulau-pulau kecil tertinggal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Keadilan pembangunan harus benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kepulauan Riau," tutup Fauzan.

Tim

Post a Comment for "Air Kelubi dan Pasir Lulun Masih Gelap, Internet Belum Menjangkau; Ketua DPD AKPERSI Kepri Fauzan C.ILJ. Minta Pemprov Tak Tutup Mata"