Angka Kekerasan Anak Meningkat, Tiga Lembaga di Flores Timur Salurkan Bantuan Sosial


Nusa Tenggara Timur, Infodesanasional.id – Tiga lembaga lintas sektor bersinergi menyalurkan bantuan sosial bagi keluarga korban kekerasan seksual di salah satu desa di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 7 Agustus 2026. Aksi kemanusiaan ini diinisiasi oleh Yayasan Gloria Siro Fenesia (GSF), Yayasan Nusa Lestari Hijau (YASNURIH), dan Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) DPD NTT.

Ketua Yayasan GSF, Lusia Djunencahayana Diaz menyatakan bahwa aksi ini didasari oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi di lapangan. Menurutnya, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut terus menunjukkan tren peningkatan.

"Melihat kondisi riil di lapangan, kami sangat prihatin atas terus meningkatnya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Oleh karena itu, sinergi dan kerja sama erat antar-seluruh pihak terkait sangat diharapkan demi memutus mata rantai masalah ini" ujar Lusia.

Dirinya menegaskan, Yayasan GSF bergerak dibidang kemanusiaan dan sosial memegang komitmen nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) yang merusak martabat dan merampas rasa aman korban.

Pada kesempatan yang sama, Direktur YASNURIH, Liberius Langsinus, memaparkan data krusial terkait kondisi kerawanan anak di Flotim. Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Flores Timur, tercatat ada 35 anak menjadi korban kekerasan seksual pada tahun 2025. Sementara pada semester pertama tahun 2026 (Januari–Juni), angka tersebut sudah mencapai 19 anak.

Liberius yang akrab disapa Bung Sila ini menekankan bahwa jaminan perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

"Yang harus kita lindungi adalah korban dan masa depan anak. Jangan sampai kepentingan untuk melindungi nama baik pelaku justru membuat korban semakin kehilangan haknya" ucap Liberius.

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan keberanian untuk melaporkan kasus kekerasan, serta memastikan korban mendapatkan pendampingan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Ketua DPC AKPERSI Flotim, Toney Tukan, menjelaskan bahwa aksi sosial ini juga bertepatan dengan momentum hari ulang tahun ke-2 organisasi pers tersebut. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus AKPERSI DPD NTT beserta DPC Flotim yang terjun langsung ke lapangan untuk berbagi dengan keluarga korban.

Toney menyatakan bahwa langkah ini menunjukkan insan pers tidak hanya bertugas menyampaikan berita, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang nyata dalam membantu sesama.

"Aksi sederhana ini adalah cermin kematangan kita dalam berorganisasi. Semoga ini makin mempererat soliditas dan kekompakan kita bersama. Mari kita terus belajar dan berproses dari hal-hal kecil. Selalu berdiri disisi kemanusiaan dan sosial sebab dari sanalah pondasi yang kuat dibangun" tutupnya.(***) 

Post a Comment for "Angka Kekerasan Anak Meningkat, Tiga Lembaga di Flores Timur Salurkan Bantuan Sosial"