PALEMBANG, infodesanasional.id, — Dugaan persoalan lingkungan di sekitar aktivitas industri PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) kembali menjadi sorotan. DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan mendesak pemerintah tidak berhenti pada pernyataan normatif maupun program sosial, tetapi membuka data dan memastikan kondisi lingkungan di sekitar kawasan industri serta Sungai Musi melalui pemeriksaan yang transparan dan independen.
Forum mempertanyakan sejumlah hal yang menurut mereka perlu dijawab dengan bukti ilmiah: bagaimana kualitas air Sungai Musi, bagaimana kondisi biota dan sedimen, serta apakah terdapat emisi atau pencemaran yang melampaui ketentuan yang berlaku?
Ketua Umum DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Gery Hari Wijaya, menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dianggap sepele apabila nantinya terbukti menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.
«“Jangan ninabobokan rakyat dengan sembako! Sembako dimakan hari ini, tetapi kalau memang ada persoalan lingkungan, dampaknya bisa diwariskan kepada anak cucu puluhan tahun. Jangan sampai bantuan sosial membuat masyarakat lupa bertanya: bagaimana nasib Sungai Musi dan bagaimana kualitas lingkungan yang kita wariskan?”»
Menurut Gery, bantuan sosial dan perlindungan lingkungan merupakan dua hal berbeda. Program sosial, kata dia, tidak boleh menjadi pengganti transparansi mengenai kondisi lingkungan.
Masyarakat, lanjutnya, berhak mengetahui hasil pemantauan kualitas air, udara, sedimen dan kondisi ekosistem di sekitar kawasan industri.
DUGAAN BIOTA SUNGAI MATI DALAM JUMLAH BESAR, DI MANA DATANYA?
Cakar Sriwijaya menyoroti informasi mengenai dugaan kematian biota Sungai Musi dalam jumlah besar yang disebut-sebut berkaitan dengan aktivitas industri.
Namun, forum menyatakan tidak ingin membangun tuduhan tanpa bukti.
Justru karena itu, Cakar Sriwijaya mendesak pemerintah melakukan pemeriksaan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan hasilnya dibuka kepada publik.
«“Kalau memang tidak ada pencemaran, silakan buktikan. Ambil sampel air, ikan, sedimen dan biota sungai. Periksa di laboratorium independen. Jangan hanya mengandalkan laporan internal perusahaan,” tegas Gery.»
Menurutnya, pemeriksaan harus mampu menjawab pertanyaan penting: apa penyebab kematian biota, apakah terdapat parameter pencemar, dari mana sumbernya, dan apakah terdapat hubungan dengan aktivitas industri?
«“Sebaliknya, kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya pencemaran, jangan ada yang bermain-main. Siapa pun yang bertanggung jawab harus diperiksa dan diproses sesuai hukum,” lanjutnya.»
Dengan demikian, kata Gery, persoalan tersebut tidak boleh berhenti pada klaim sepihak. Data harus berbicara.
AMONIA: MASYARAKAT BERHAK TAHU APA YANG MEREKA HIRUP
Sorotan berikutnya menyangkut dugaan emisi gas amonia dari aktivitas produksi pupuk.
Cakar Sriwijaya juga menyinggung keluhan masyarakat mengenai dugaan munculnya bau menyengat pada kondisi tertentu, termasuk ketika hujan. Namun, forum meminta keluhan tersebut tidak sekadar menjadi cerita dari mulut ke mulut.
Gery meminta pemerintah melakukan pengukuran kualitas udara secara langsung dan terukur.
«“Jangan masyarakat hanya disuruh mencium dan menebak-nebak. Ukur kualitas udaranya. Berapa kadar amonianya? Di mana titik pengukurannya? Kapan dilakukan? Apakah masih memenuhi baku mutu? Apa dampaknya terhadap masyarakat? Publikasikan hasilnya!”»
Menurut Gery, pernyataan bahwa kondisi lingkungan aman harus disertai data yang dapat diuji.
«“Kalau memang aman, buktikan secara ilmiah. Jangan cuma mengatakan aman. Masyarakat membutuhkan angka, hasil pengujian dan keterbukaan,” ujarnya.»
Pertanyaan yang kini muncul bukan sekadar “ada bau atau tidak?”, melainkan apa kandungan udara yang terukur, berapa konsentrasinya, dari mana sumbernya, dan apakah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku?
PULUHAN TAHUN BEROPERASI, APA YANG DIWARISKAN?
DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumsel juga mempertanyakan kondisi lingkungan di sekitar kawasan industri setelah PT Pusri beroperasi selama puluhan tahun.
Forum mendorong pemerintah melakukan audit lingkungan secara menyeluruh dan independen, bukan hanya pemeriksaan administratif.
Gery meminta pemerintah melihat kondisi lingkungan secara historis dan membandingkan data kualitas lingkungan dari waktu ke waktu.
«“Puluhan tahun industri berdiri. Pertanyaannya sederhana: apakah Sungai Musi hari ini lebih sehat atau justru semakin terbebani? Jangan sampai kita baru sadar setelah kerusakan menjadi permanen.”»
Menurut Cakar Sriwijaya, audit semestinya tidak hanya melihat satu parameter. Pemeriksaan perlu mencakup kualitas air, sedimen, udara, biota serta potensi dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Jika terdapat perubahan kualitas lingkungan, kapan perubahan itu terjadi? Apa penyebabnya? Dan apakah perubahan tersebut memiliki hubungan dengan aktivitas industri?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menurut forum harus dijawab melalui data.
JIKA LOKASI SUDAH TAK IDEAL, PEMERINTAH HARUS BERANI MENGKAJI ULANG
Cakar Sriwijaya juga mendorong pemerintah mengevaluasi kelayakan keberadaan fasilitas industri di kawasan yang kini berdekatan dengan permukiman masyarakat.
Menurut Gery, perkembangan kota dan pertumbuhan permukiman dapat mengubah kondisi suatu kawasan dibandingkan ketika fasilitas industri tersebut pertama kali dibangun.
«“Jangan takut mengambil keputusan hanya karena perusahaan sudah lama berdiri. Kota berkembang, permukiman berkembang. Kalau sebuah lokasi yang dahulu dianggap ideal sekarang sudah dikelilingi masyarakat, pemerintah wajib mengevaluasi kembali.”»
Forum mendorong kajian menyeluruh mengenai aspek keselamatan, lingkungan, tata ruang dan risiko terhadap masyarakat.
Jika kajian resmi nantinya menunjukkan risiko tidak dapat dikendalikan secara memadai, Cakar Sriwijaya mendorong pemerintah mempertimbangkan berbagai opsi kebijakan, termasuk penataan kawasan atau relokasi secara bertahap sesuai hasil kajian dan ketentuan hukum.
CAKAR SRIWIJAYA: KAMI TIDAK ANTI INDUSTRI
Gery menegaskan DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumsel tidak bermaksud memusuhi PT Pusri maupun dunia industri.
Menurutnya, industri tetap memiliki peran penting bagi perekonomian. Namun, kepentingan ekonomi tidak boleh menghilangkan hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan aman.
«“Kami tidak anti-Pusri. Kami tidak anti-industri. Tetapi kami anti terhadap segala bentuk pencemaran lingkungan apabila itu terbukti merugikan masyarakat. Jangan karena perusahaan besar lalu masyarakat kecil harus diam.”»
Gery mengatakan pihaknya akan terus mendorong pemerintah membuka hasil pemeriksaan lingkungan kepada publik.
Menurutnya, keterbukaan data justru penting bagi semua pihak. Jika tidak ditemukan pelanggaran, perusahaan dapat membuktikan kepatuhannya. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah memiliki dasar untuk mengambil tindakan.
SUNGAI MUSI BUKAN WARISAN UNTUK DIRUSAK
Bagi Cakar Sriwijaya, persoalan Sungai Musi tidak hanya berkaitan dengan kepentingan industri hari ini, tetapi juga menyangkut generasi mendatang.
«“Sungai Musi bukan milik Pusri. Sungai Musi bukan milik pemerintah. Sungai Musi adalah warisan masyarakat Sumatera Selatan. Kalau hari ini kita diam, jangan salahkan anak cucu kita kalau suatu hari mereka bertanya: kenapa generasi kita dulu membiarkan lingkungan mereka rusak?”»
DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumsel mendesak pemerintah segera melakukan investigasi terbuka, pengujian laboratorium independen, pemantauan kualitas udara dan air, serta audit lingkungan secara menyeluruh.
Jika pemeriksaan menemukan pelanggaran, forum meminta penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.
Namun, jika hasil pemeriksaan menyatakan tidak ditemukan pelanggaran, forum juga meminta hasil tersebut diumumkan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh kepastian berdasarkan data, bukan sekadar pernyataan.
«“Jangan tunggu Sungai Musi benar-benar sekarat baru semua orang bergerak. Periksa sekarang, buka datanya, dan selamatkan Sungai Musi sebelum terlambat!” pungkas Gery.»
Catatan jurnalistik: Pernyataan mengenai dugaan pencemaran, kematian biota, maupun emisi amonia dalam berita ini merupakan tudingan, kekhawatiran, dan desakan dari DPP Forum Cakar Sriwijaya Sumsel yang masih memerlukan verifikasi melalui data ilmiah dan pemeriksaan resmi. PT Pusri dan instansi pemerintah terkait perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi serta hak jawab.(Red)

Post a Comment for "Diduga Puluhan Tahun Berdampak, Aktivitas PT Pusri Diminta Diaudit Secara Terbuka DPP forum Cakar Sriwijaya Angkat Suara."