MUSI BANYUASIN, infodesanasional.id,— Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus semestinya bukan sekadar seremoni tahunan. Di balik kibaran Merah Putih, ada para veteran yang dahulu mempertaruhkan tenaga, waktu, bahkan nyawa demi mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, termasuk di tanah Serasan Sekate, Musi Banyuasin.
Ironisnya, ketika bangsa ini telah menikmati kemerdekaan selama puluhan tahun, perhatian terhadap para pejuang tersebut justru dinilai masih jauh dari kata layak.
Setiap momentum 17 Agustus, para veteran biasanya kembali dilibatkan dalam kegiatan peringatan kemerdekaan. Namun, perhatian yang diberikan pemerintah daerah dinilai belum sebanding dengan jasa dan pengorbanan mereka. Bahkan, bantuan tahunan yang diterima para veteran disebut terkadang sangat kecil jika dibandingkan dengan biaya yang harus mereka keluarkan untuk hadir dan berkumpul dalam kegiatan upacara.
Pertanyaannya sederhana: negara ini merdeka karena siapa?
Jangan sampai pemerintah sibuk menghitung anggaran untuk seremoni, sementara mereka yang pernah berjuang mempertahankan merah putih justru harus menghitung ongkos untuk datang menghadiri upacara kemerdekaan.
Para veteran tidak meminta dihormati hanya dengan seremoni, tepuk tangan, atau ucapan "terima kasih atas jasa para pahlawan". Mereka membutuhkan perhatian nyata, penghargaan yang layak, serta kebijakan yang benar-benar menyentuh kehidupan mereka.
Mereka bukan sekadar tamu kehormatan yang dipanggil ketika kamera sedang menyala dan upacara sedang berlangsung.
Mereka adalah bagian dari sejarah berdirinya republik ini.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin semestinya melakukan evaluasi serius terhadap bentuk penghargaan dan bantuan bagi para veteran. Jangan sampai semangat kemerdekaan hanya ramai di panggung, sementara para pejuangnya justru merasa ditinggalkan setelah perjuangan mereka selesai.
Kemerdekaan jangan hanya dikenang setiap 17 Agustus. Jasa veteran harus dihargai sepanjang tahun di mana tempat tinggalnya apakah sudah layak dan kebutuhan hidup mereka sehari-sehari
Ketua Dpd Gempita Muba Mauzan dan dia juga adalah cucu dari pejuang veteran yang ada saat ini menegaskan "meminta perhatian serius kepada pemerintahan yang ada saat ini dan lakukan investigasi ke lapangan,jangan cuma Nerima laporan di atas meja
Tanah Serasan Sekate boleh terus membangun gedung, jalan, dan berbagai fasilitas. Namun, pembangunan yang sesungguhnya juga harus terlihat dari cara pemerintah memperlakukan orang-orang yang dahulu ikut memperjuangkan negeri ini.
simbol-simbol perjuangan yang ada sangat kotor dan tidak terawat
Jangan sampai ketika veteran masih hidup, mereka terlupakan. Setelah mereka tiada, barulah nama dan jasanya ramai disebut dalam pidato.
Kalau kepada para veteran saja pemerintah masih terasa berat memberikan perhatian yang layak, lalu sebenarnya untuk siapa kemerdekaan ini dirayakan?(Tim)

Post a Comment for "Veteran Berjuang untuk Negara, Kini Seolah Dilupakan Pemerintah Musi Banyuasin"