BANYUAiN,Infodesanasional.id— Persoalan rendahnya voltase listrik yang selama ini dikeluhkan sejumlah warga RT 07 & 08 jalur 11 Dusun 2 Desa Upang Kecamatan Air Salek, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kembali menjadi sorotan.
Kondisi tersebut bahkan terpantau langsung di lapangan pada Jumat malam (11/9/2026). Lampu penerangan di sejumlah rumah warga tampak kerap berkedip dan meredup, layaknya Kunang-kunang. Kondisi serupa juga terjadi pada pagi hari sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 05,30 hingga pukul 07,00 wib.
Keluhan warga ini muncul di tengah mencuatnya persoalan penertiban sejumlah kWh meter milik warga yang diduga menggunakan arus listrik secara ilegal.
Namun, warga menegaskan persoalan rendahnya voltase listrik telah mereka rasakan selama bertahun-tahun dan dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak PLN.
Sunandar mengatakan, dalam dua malam terakhir kondisi daya listrik kembali semakin menurun. Menurutnya, warga baru dapat menikmati tegangan listrik yang kembali normal sekitar tengah malam.
“Dua malam berturut-turut daya listrik semakin menurun. Warga baru bisa menikmati voltase yang normal lagi kurang lebih tengah malam,” ujarnya.
Tiang Jaringan Turut Dipersoalkan
Keluhan serupa disampaikan Agus. Ia menilai persoalan kelistrikan di wilayah tersebut tidak hanya menyangkut penggunaan listrik oleh pelanggan, tetapi juga kondisi jaringan dan infrastruktur pendukung.
Menurut Agus, masih terdapat jaringan listrik yang menggunakan tiang berbahan bambu dan kayu. Kondisi tersebut, kata dia, juga perlu menjadi perhatian.
Ia juga menilai tindakan warga yang diduga melakukan penyambungan listrik secara ilegal tidak semata-mata disebabkan ketidakmampuan membeli token listrik.
“Jangan ke dayanya. Tiang dari kayu sudah banyak yang roboh, tetapi seolah tidak ada perhatian. Soal sontekan kabel bukan karena orang tidak mampu membeli pulsa, tetapi karena daya sudah rendah, di bawah 160 volt, sehingga relai otomatis di dalam kWh terus turun-naik,” ungkapnya.
Voltase Anjlok Saat Beban Puncak
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi tersebut dirasakan warga RT 07,& RT 08 Jalur 11, Dusun 2, Desa Upang, Kecamatan Air Salek.
Keluhan paling terasa pada sore hingga menjelang tengah malam, ketika aktivitas masyarakat dan penggunaan peralatan listrik meningkat.
Dalam kondisi tertentu, tegangan listrik disebut turun hingga membuat sejumlah peralatan elektronik tidak dapat berfungsi secara normal. Bahkan Lampu penerangan rumah warga juga terlihat langsung kerap meredup, bahkan sesekali padam.
Kondisi tersebut dapat terjadi berulang dalam rentang beberapa menit bahkan hitungan detik. Akibatnya, penerangan di lingkungan permukiman sempat terlihat tidak stabil dan membuat warga merasa terganggu.
Situasi ini kemudian memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kualitas dan kapasitas pasokan listrik yang diterima pelanggan di wilayah tersebut.
Warga Minta PLN Tidak Hanya Menertibkan
Warga berharap persoalan rendahnya voltase tidak hanya berujung pada penertiban pelanggan yang diduga melakukan pelanggaran, tetapi juga diikuti pemeriksaan teknis terhadap jaringan dan pasokan listrik.
Penertiban terhadap dugaan penggunaan listrik secara ilegal merupakan kewenangan PLN. Namun, menurut warga, keluhan pelanggan mengenai tegangan rendah juga perlu mendapat respons dan pemeriksaan secara menyeluruh agar penyebabnya dapat diketahui.
Masyarakat berharap PLN segera turun ke lapangan melakukan pengecekan serta pembenahan jaringan apabila memang ditemukan persoalan teknis, serta membangun jaringan sesuai standar.
Warga juga meminta adanya solusi terhadap rendahnya voltase agar kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara normal, sehingga persoalan kelistrikan tidak mendorong munculnya tindakan pelanggaran atau penyambungan listrik secara ilegal.
Pewarta: Junaidi

Post a Comment for "Lampu Warga Jalur 11 Kerap Berkedip Akibat Voltase Rendah"