NGAWI, Infodesanasional.id – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap santriwati kembali mengguncang Kabupaten Ngawi. Pelaku yang dikenal dengan sapaan Gus Danang Al Bento akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Ngawi pada Jumat siang (23/05), setelah sempat mencoba melarikan diri dari kejaran tim investigasi independen.
Kasus ini mencuat setelah sejumlah keluarga korban melapor kepada Tim Executive YAKUZA MANEGES Ngawi. Menanggapi laporan tersebut, organisasi ini melakukan investigasi senyap dan menemukan fakta mengejutkan: total ada 8 santriwati yang diduga menjadi korban.
Namun, hingga saat ini baru 4 korban yang berani muncul ke publik dengan pendampingan penuh dari YAKUZA MANEGES.
Operasi Penjemputan PaksaAtas instruksi langsung Pimpinan YAKUZA MANEGES, Den Gus Thuba (DGT), tim gabungan dari Ngawi, Magetan, dan Madiun bergerak menuju Pondok Pesantren Sunan Kalijogo di Desa Walikukun, Kecamatan Widodaren pada Kamis (22/05).
Operasi ini dilakukan dengan pengawalan ketat setelah koordinasi matang dengan Kapolres dan Kasat Reskrim Ngawi.Meski pelaku sempat bersembunyi saat tim tiba di lokasi, tekanan dari pergerakan tim di lapangan membuat Gus Danang Al Bento akhirnya memilih menghubungi pihak kepolisian dan menyerahkan diri.
Kawal Hingga TuntasTak berhenti di situ, DGT selaku Pimpinan YAKUZA MANEGES turun langsung mengawal proses hukum ini.
Pada Jumat malam, DGT bersama tim mendatangi Polres Ngawi untuk berkoordinasi dengan jajaran pimpinan Polres guna memastikan kasus ini berjalan transparan dan berkeadilan bagi para korban.Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Ngawi.
Pihak YAKUZA MANEGES menegaskan akan terus mendampingi para korban hingga mendapatkan keadilan hukum sepenuhnya. (adi)

Post a Comment for "Dugaan Pelecehan 8 Santriwati di Ngawi: Gus Danang Al Bento Menyerahkan Diri Usai Diburu Tim Yakuza Maneges"