JAKARTA, infodesanasional.id,– Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI) melalui pimpinan tertingginya, Ketua Umum Gleen Lesnussa, didampingi Sekretaris Jenderal DPP GPNI, Ade Darman, serta seluruh jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat, menyatakan kesiapan penuh untuk hadir dan bergabung dalam agenda kunjungan mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diagendakan akan berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran organisasi kepemudaan ini bukan sekadar pendampingan, melainkan bentuk penghormatan tinggi sekaligus komitmen nyata untuk mengawal setiap langkah tokoh bangsa tersebut bertemu rakyat.
Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Gleen Lesnussa dalam konferensi pers di Kantor Pusat DPP GPNI, Selasa (2/6/2026). Menurutnya, keikutsertaan kader-kader muda GPNI dalam perjalanan tersebut adalah wujud rasa hormat organisasi, sekaligus kesempatan berharga bagi para aktivis muda untuk belajar dan merasakan langsung bagaimana sosok Joko Widodo masih sangat dirindukan dan ditunggu kehadirannya di tengah masyarakat luas.
Gleen menegaskan, kerinduan rakyat itu muncul bukan tanpa alasan. Sepanjang kurang lebih 10 tahun memimpin Indonesia, karya nyata pembangunan yang ditinggalkan sangat masif dan terasa hingga ke pelosok negeri. Mulai dari pembangunan jalan tol, bendungan besar, pembenahan wilayah perbatasan, hingga ribuan perbaikan jalan desa dan fasilitas sekolah yang jarang terekspos media, namun manfaatnya dinikmati langsung oleh rakyat kecil.
Merespons polemik yang memanas di ruang publik dan media sosial terkait pernyataan dari pihak PDI-P yang kembali mengangkat isu persoalan ijazah, Ketua Umum dan Sekjen GPNI memberikan tanggapan sangat tajam dan tegas. Mereka menilai isu tersebut tidak masuk akal, kontradiktif, dan hanya berupa permainan politik yang tidak sehat yang sudah diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia.
Berikut adalah kutipan lengkap, tegas, dan lugas dari Gleen Lesnussa – Ketua Umum Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI):
"Atas nama pribadi, Ketua Umum, dan mewakili Sekjen DPP GPNI Bapak Ade Darman, serta seluruh jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Pusat, kami menyatakan dengan tegas: GPNI akan hadir, bergabung, dan siap mengawal sepenuhnya perjalanan Bapak Joko Widodo yang akan berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini kami ambil sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi organisasi kami, khususnya agar para aktivis muda GPNI bisa ikut serta, belajar, dan berada di barisan terdepan mendampingi beliau. Kami sadar betul, masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, secara umum masih sangat menanti kehadiran sosok pemimpin seperti Pak Joko Widodo. Sosok yang dekat, sederhana, dan paham benar kebutuhan rakyatnya.
Kenapa saya katakan demikian? Karena fakta berbicara keras. Selama 10 tahun beliau menjabat Presiden, begitu banyak hal besar yang telah beliau kerjakan dan hasilnya nyata dirasakan rakyat. Kita bisa lihat jalan tol yang menjangkau pulau-pulau besar, bendungan yang mengairi sawah dan menahan air, serta wilayah perbatasan yang duluan terisolir kini menjadi tertata rapi dan beradab.
Namun ada hal yang lebih penting dan jarang disorot media: jutaan karya kecil namun sangat berharga. Perbaikan jalan-jalan rusak di pelosok desa, pembangunan dan perbaikan gedung sekolah yang sudah tua rusak, fasilitas kesehatan, dan sarana dasar lainnya. Ini tidak pernah diekspos media mana pun, tapi ini adalah bukti cinta beliau pada rakyat kecil. Ini jejak sejarah yang tidak bisa dihapus siapa pun.
Sekarang kita bicara soal pembicaraan hangat di media sosial, ada ucapan dari pihak PDI-P yang seolah-olah mempertanyakan soal ijazah beliau. Saya dan Sekjen GPNI, Bapak Ade Darman, berbicara sangat tegas dan lugas di sini: Kalau memang PDI-P dari awal tahu atau menganggap beliau tidak punya ijazah atau ada masalah pada dokumen beliau, kenapa justru pihak PDI-P sendiri yang merekrut, mengusung, dan mengajukan nama beliau menjadi calon Presiden hingga terpilih dua kali berturut-turut? Iya kan? Itu fakta sejarah yang tidak bisa diubah.
Jangan sekali-kali mereka membuat alibi, alasan berbelit, atau narasi yang berubah-ubah demi kepentingan politik sesaat. Rakyat Indonesia itu cerdas, rakyat sudah paham betul apa itu permainan politik yang tidak sehat, yang berusaha menciptakan isu buatan untuk menjatuhkan lawan. Ini taktik lama, basi, dan tidak lagi mempan. Kami di GPNI menilai isu ini tidak lebih dari upaya memanaskan suasana yang tidak berdasar, tidak menghargai sejarah, dan mengabaikan kenyataan pembangunan yang sudah terjadi.
Fokus kita harus ke depan. Kehadiran Pak Joko Widodo di tengah rakyat jauh lebih berharga, jauh lebih bermakna, dan jauh lebih nyata daripada ribuan isu tak berdasar yang hanya memecah belah persatuan. Kami di GPNI akan tetap berada di jalur benar: mengawal kebaikan, menjaga persatuan, dan menyuarakan kebenaran," tegas Gleen Lesnussa dengan nada yakin dan berwibawa.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP GPNI, Ade Darman, menambahkan bahwa organisasi kepemudaan ini akan terus bersikap objektif. Menurutnya, kepemimpinan dinilai dari karya, kinerja, dan kesejahteraan rakyat yang dihasilkan, bukan dari dokumen kertas yang dijadikan alat serangan politik belaka. GPNI berharap seluruh elemen bangsa lebih dewasa dalam berpolitik dan menghargai jejak pengabdian tokoh bangsa, apa pun latar belakangnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh jajaran DPP dan pengurus daerah GPNI telah bersiap memantapkan langkah dan menyusun jadwal penyambutan, memastikan perjalanan Joko Widodo berjalan lancar, aman, dan penuh semangat persatuan di setiap daerah yang dikunjungi.

Post a Comment for " DPP GPNI Dan DPD GPNI se Indonesia Siap Kawal Perjalanan Joko Widodo Keliling Indonesia, "