Sidoarjo, Infodesanasional.id – Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video pengakuan dua siswi kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pekarungan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, yang nyaris menjadi korban kejahatan saat pulang sekolah pada Jumat (24/7/2026) siang.
Informasi yang beredar luas tersebut sempat memicu kekhawatiran warga karena dikira sebagai percobaan penculikan anak.Namun, aparat kepolisian bergerak cepat meluruskan isu tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan intensif petugas di lapangan, peristiwa itu murni merupakan aksi penipuan dengan modus mengincar perhiasan korban, bukan percobaan penculikan.
Kronologi KejadianPeristiwa menegangkan ini dialami oleh AMA (9) dan rekannya, S, saat mereka berdua sedang berjalan kaki untuk pulang ke rumah selepas jam sekolah.
Dihampiri Pelaku: Di tengah jalan, sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh seorang wanita paruh baya tak dikenal mendadak berhenti di dekat mereka.
Modus Ukur Baju: Pelaku kemudian membujuk korban dengan dalih bahwa ia diutus oleh ibu korban untuk mengukur baju seragam sekaligus memesan anting-anting.
Menolak dan Curiga: Pelaku sempat meminta korban melepaskan anting emas yang tengah dikenakannya.
Beruntung, kedua siswi tersebut merasa curiga karena sang ibu dirasa tidak pernah memesan hal semacam itu.
Menyelamatkan Diri: Menyadari bahaya yang mengintai, kedua siswi tangguh ini langsung menolak mentah-mentah permintaan pelaku, lalu berlari sekencang mungkin kembali ke sekolah untuk melaporkan kejadian tersebut kepada guru dan orang tua mereka.
Penjelasan Pihak KepolisianKanit Reskrim Polsek Sukodono, Iptu Hasan Yusuf Efendi, menegaskan bahwa tidak ada barang milik korban yang hilang serta tidak ada tindakan kekerasan fisik maupun upaya pemaksaan untuk membawa pergi anak-anak tersebut."Berdasarkan hasil penelusuran anggota di tempat kejadian perkara, peristiwa ini bukan percobaan penculikan melainkan murni dugaan modus penipuan untuk mengelabui korban agar bersedia menyerahkan perhiasannya," jelas Iptu Hasan Yusuf Efendi kepada media.
Meskipun kedua korban berhasil lolos tanpa mengalami kerugian materiil, insiden ini menyisakan sedikit trauma bagi mereka.
Pihak sekolah kini turut memberikan pendampingan psikologis kepada siswi yang bersangkutan.
Kepolisian mengimbau para orang tua dan pihak sekolah untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada jam keberangkatan dan kepulangan sekolah.
Edukasi secara berkala kepada anak agar tidak mudah percaya maupun berinteraksi dengan orang asing yang tidak dikenal juga dinilai sangat krulial demi mencegah terulangnya modus kejahatan serupa.(Seno)

Post a Comment for "Modus Pura-Pura Ukur Baju, Dua Siswi SD di Sukodono Sidoarjo Nyaris Jadi Korban Perampasan Anting"