BANYUASIN Infodesanasional.id – Tabir gelap kasus kematian DF (24) di Kabupaten Banyuasin akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Banyuasin berhasil membongkar skenario pembunuhan berencana yang awalnya direkayasa seolah-olah merupakan aksi pembegalan jalanan.Polisi mengamankan sepasang kekasih, OR (28) dan YTU (25), yang menjadi otak sekaligus eksekutor di balik peristiwa tragis ini.
Motifnya pun tergolong nekat: YTU menolak dijodohkan oleh keluarganya dengan korban karena ia sudah menjalin kasih dengan OR.
Skenario di Balik Berbuka PuasaPeristiwa ini bermula pada 17 Maret 2026. Sebelum kejadian, korban DF dan tersangka YTU sempat bertemu untuk berbuka puasa bersama di kawasan Sate Senen, Betung. Tanpa rasa curiga, korban kemudian mengantarkan YTU pulang ke rumahnya.
Namun, di balik pertemuan itu, maut sudah menanti. Setibanya di rumah, YTU segera menghubungi kekasih gelapnya, OR, memberikan informasi bahwa korban akan melintasi jalan poros perkebunan sawit Unit Betung Krawo PTPN 4 yang sepi."Tersangka OR menunggu korban di lokasi.
Saat melintas, korban langsung diserang secara brutal menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka berat di wajah dan tangan," ungkap Kasat Reskrim Polres Banyuasin, AKP Sandi Karisma, mewakili Kapolres AKBP Risnan Aldino, Kamis (11/6/2026).Rekayasa Aksi BegalUntuk menutupi jejak, OR membawa kabur motor Yamaha NMax milik korban agar warga dan polisi mengira DF adalah korban begal.
Korban sempat dilarikan ke RS Mohammad Hoesin Palembang, namun nyawanya tidak tertolong setelah sempat menjalani perawatan intensif.Polisi mulai menemukan titik terang saat korban, sebelum menghembuskan napas terakhir, sempat sadar dan menyebutkan nama OR sebagai orang yang menyerangnya. Berbekal informasi tersebut, polisi menangkap OR pada Rabu (10/6/2026), yang kemudian menyeret keterlibatan YTU.
Ancaman HukumKini, sejoli tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Mapolres Banyuasin. Keduanya dijerat dengan Pasal 459 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pembunuhan berencana."Motif utamanya adalah penolakan perjodohan. Karena pelaku YTU sudah punya hubungan dengan OR, mereka sepakat untuk menyingkirkan korban," tutup AKP Sandi. (To)

Post a Comment for "Cinta Segitiga Berdarah di Banyuasin: Sejoli Rancang Skenario Begal untuk Habisi Pria Hasil Perjodohan"