DI DUGA SALAH ANALISIS HASIL TES URINE DI RS PERMATA PALEMBANG, KARYAWAN KEHILANGAN PEKERJAAN DAN NAMA BAIK TERCEMAR

 


Palembang, infodesanasional.id, – Dugaan kesalahan analisis hasil tes urine narkoba yang dilakukan oleh RS Permata Palembang kini menjadi sorotan. Seorang karyawan perusahaan swasta di Sumatera Selatan berinisial SM mengaku kehilangan pekerjaan dan mengalami kerugian besar setelah hasil pemeriksaan urine yang diterbitkan rumah sakit tersebut menyatakan dirinya positif menggunakan narkoba golongan marijuana.

Ironisnya, hasil tersebut justru bertolak belakang dengan hasil pemeriksaan ulang yang dilakukan SM di dua rumah sakit lain, yang menyatakan dirinya negatif narkoba. Perbedaan hasil yang sangat mencolok ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai akurasi pemeriksaan yang dilakukan oleh RS Permata Palembang.

Kasus ini bermula saat SM menjalani tes urine pada 29 April 2026 sebagai salah satu syarat administrasi perpanjangan kontrak kerja di perusahaan tempatnya bekerja. Pemeriksaan dilakukan di RS Permata Palembang karena rumah sakit tersebut diketahui menjadi mitra perusahaan.

Namun, petaka datang ketika hasil pemeriksaan yang diterima SM pada 8 Mei 2026 menyatakan dirinya positif menggunakan narkoba jenis marijuana. Lebih mengejutkan lagi, menurut keterangan pihak rumah sakit, hasil tersebut telah lebih dahulu diserahkan kepada pihak perusahaan pada 30 April 2026.

Akibat hasil tersebut, perusahaan memutuskan tidak melanjutkan kontrak kerja SM. Dalam sekejap, SM kehilangan sumber penghasilan dan harus menanggung stigma sebagai pengguna narkoba.

Merasa tidak pernah mengonsumsi narkotika, SM langsung mendatangi RS Permata Palembang untuk meminta penjelasan. Bukannya memberikan kepastian, pihak rumah sakit justru menyarankan agar SM melakukan pemeriksaan ulang di fasilitas kesehatan lain.

Saran tersebut kemudian diikuti oleh SM. Pada 9 Mei 2026, ia menjalani tes urine ulang di dua rumah sakit ternama lainnya di Sumatera Selatan. Hasilnya sangat berbeda. Kedua rumah sakit tersebut menyatakan SM negatif narkoba.

Perbedaan hasil yang sangat kontras ini semakin memperkuat dugaan adanya kekeliruan dalam proses pemeriksaan, analisis laboratorium, atau mekanisme pelaporan hasil tes urine yang dilakukan sebelumnya.

Meski telah menunjukkan hasil negatif dari dua rumah sakit lain, SM mengaku belum mendapatkan kejelasan yang memuaskan terkait penyebab munculnya hasil positif yang diterbitkan RS Permata Palembang.

Tidak berhenti sampai di situ, ketika kembali meminta penjelasan, SM mengaku sempat dianjurkan untuk menjalani tes rambut sebagai pemeriksaan lanjutan guna memastikan kondisi sebenarnya. Pemeriksaan tersebut disepakati akan dilakukan pada 2 Juni 2026.

Namun yang terjadi justru menambah tanda tanya baru. Saat SM datang ke RS Permata Palembang dan telah melakukan pembayaran untuk tes rambut, uang tersebut tiba-tiba dikembalikan oleh salah seorang karyawan rumah sakit berinisial DDW dengan alasan bahwa RS Permata Palembang tidak dapat melakukan pemeriksaan tes rambut.

Padahal sebelumnya, menurut SM, pihak yang sama telah menyampaikan bahwa pemeriksaan tersebut dapat dilakukan di RS Permata Palembang.

Rangkaian kejadian ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai profesionalitas penanganan kasus yang dialami SM. Sebab dampak yang ditimbulkan bukan hanya persoalan administratif, melainkan menyangkut masa depan seseorang, reputasi, serta hak untuk mendapatkan kepastian atas hasil pemeriksaan medis yang menjadi dasar pengambilan keputusan oleh perusahaan.

“Saya kehilangan pekerjaan karena dinyatakan positif narkoba. Padahal setelah diperiksa ulang di dua rumah sakit lain hasilnya negatif. Nama baik saya tercemar dan sampai sekarang saya belum mendapatkan kejelasan yang memuaskan,” ungkap SM.

SM berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab atas perbedaan hasil pemeriksaan tersebut. Ia juga berharap kejadian serupa tidak menimpa masyarakat lain, mengingat satu lembar hasil laboratorium dapat berdampak langsung terhadap pekerjaan, masa depan, dan kehormatan seseorang.

Hingga berita ini ditulis, pihak RS Permata Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan perbedaan hasil pemeriksaan tersebut.(Tim)

Post a Comment for "DI DUGA SALAH ANALISIS HASIL TES URINE DI RS PERMATA PALEMBANG, KARYAWAN KEHILANGAN PEKERJAAN DAN NAMA BAIK TERCEMAR"